Kabar5News – TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) terus memperkuat sinergi antarmatra melalui latihan mobilitas udara yang menggabungkan kemampuan penerjunan personel dan distribusi logistik dari udara sebagai bagian dari peningkatan kesiapan operasi gabungan.
Latihan tersebut melibatkan unsur penerbang dari Grup 1 Angkut TNI AU bersama satuan Kostrad TNI AD dengan dua skenario utama, yakni penerjunan pasukan (static line) dan airdrop logistic.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @grup_1_angkut_koopsau, Penerangan Grup 1 Angkut menjelaskan bahwa latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan operasi lintas udara sekaligus memperkuat kerja sama antarmatra.
“Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasi lintas udara sekaligus memperkuat interoperabilitas antara unsur udara dan darat dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan,” tulis Penerangan Grup 1 Angkut.
Dalam pelaksanaannya, TNI AU mengerahkan pesawat angkut strategis C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 dan Skadron Udara 32 untuk mendukung masing-masing skenario latihan.
Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 33 digunakan dalam latihan penerjunan personel bersama Batalion Infanteri 432/Waspada Setia Jaya (Yonif 432/WJS) Kostrad. Selama latihan, pesawat melaksanakan empat sortie dengan sembilan run penerjunan dan berhasil menerjunkan 254 prajurit ke daerah sasaran.
Sementara itu, C-130 Hercules Skadron Udara 32 menjalankan latihan distribusi logistik melalui udara (airdrop logistic) bersama Batalion Perbekalan Angkutan 2/Mawwat Wastwan Jaya Kostrad dengan lokasi penerjunan di kawasan Waduk Karangkates, Malang.
Dalam skenario tersebut, pesawat berhasil menerjunkan berbagai perlengkapan pendukung operasi, meliputi satu unit Light Combat Raft (LCR), tiga paket Container Delivery System (CDS), serta 20 paket Low Cost Low Altitude (LCLA).
Melalui latihan mobilitas udara ini, TNI AU dan TNI AD menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan interoperabilitas antarmatra, memperkuat kesiapan operasi gabungan, serta memastikan kemampuan personel dan alutsista dalam mendukung berbagai misi pertahanan di berbagai kondisi medan.












