Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Biodiesel B50 akan rilis pada bulan Juli 2026.
Kebijakan tersebut sebagai upaya Pemerintah dalam mewujudkan pengurangan hingga penghentian impor solar menuju swasembada energi
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberi sambutan Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlokasi di Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).
“Kita percaya diri. Kita akan mampu mengatasi, Saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menuju swasembada BBM. Swasembada energi, Saudara-saudara sekalian,” tutur Prabowo.
“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, Saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sontak memberikan kabar gembira bagi masyarakat sekaligus banyak juga yang penasaran terkait Biodiesel B50 beserta keunggulannya.
Apa Itu B50?
Melansir dari berbagai sumber, B50 merupakan bahan bakar biodiesel yang komponen utamanya berupa kombinasi antara 50% minyak nabati berbasis kelapa sawit serta 50% minyak fosil.
Sementara itu, angka 50 merujuk pada istilah yang menunjukkan nilai persentase volume bahan bakar nabati dicampurkan dalam solar konvensional.
Bahan bakar B50 sendiri dirancang untuk dipakai pada berbagai jenis kendaraan yang berbasis mesin diesel.
Berdasarkan pengujian resmi dari Kementerian ESDM, beberapa kendaraan ini bisa mulai menggunakan B50.
Contohnya seperti mobil penumpang diesel, bus, truk angkutan barang, kendaraan operasional di sektor pertambangan, alat mesin pertanian, lokomotif kereta api, kapal angkutan laut, hingga pembangkit listrik diesel.
Keunggulan Biodiesel B50
Penerapan bahan bakar B50 bisa memberikan dampak positif bagi makro ekonomi negara hingga performa teknis mesin kendaraan maupun peralatan tertentu.
Berikut rincian keunggulan B50 yang dilansir dari berbagai sumber?
1. Menghentikan Ketergantungan Impor Solar
Indonesia bisa memanfaatkan produksi kelapa sawit domestik yang melimpah untuk menggantikan solar impor jenis tertentu.
2. Menghemat Devisa Negara
Pemanfaatan bahan baku lokal tersebut diperkirakan mampu menghemat devisa negara yang mencapai puluhan triliun rupiah pada hitungan bulan.
3. Menurunkan Emisi Karbon
Penggunaan campuran nabati yang lebih tinggi efektif meminimalkan emisi gas rumah kaca secara signifikan daripada solar murni.
4. Kandungan Air Lebih Rendah
Hasil uji laboratorium Kementerian ESDM menunjukkan kadar air pada B50 terbukti lebih rendah daripada B40.
5. Pelumas Alami
Karakteristik biodiesel memberikan efek lubrikasi yang baik untuk merawat komponen internal pada mesin diesel.
6. Menyerap Tenaga Kerja
Rantai pasok kelapa sawit dari hulu ke hilir diprediksi bisa menyerap jutaan tenaga kerja baru.
7. Stabilitas Harga Sawit
Bahan baku B50 berpotensi menyerap hasil panen kelapa sawit domestik sehingga dapat menjaga stabilitas harga komoditas tingkat petani.











