Kabar5News – Sosok Tiyo Ardianto sempat menghebohkan jagat media sosial yang berani berkata kasar pada Presiden Prabowo Subianto, hingga membuat pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung Geram.
Rocky Gerung berpendapat bahwa apa yang dilakukan Tiyo dengan rentetan ucapan kasar pada Presiden Prabowo termasuk kategori bodoh.
Seharusnya bukan begitu dalam menyampaikan gagasan pada Pemerintah, tanpa landasan yang jelas bakal jadi sarkas.
“ Apa pandangan Pak Rocky tentang Tiyo? Bodoh dia saya bilang. Tapi kan dia berjuang. Bukan tapi kan untuk sekelas Tiyo harus bikin abstraksi,” kata Rocky.
Bahkan gegara masalah tersebut, Rocky sempat dilaporkan ke polisi karena dugaan adanya hasutan untuk Tiyo.
“Saya dilaporin ke polisi gara-gara saya komporin dia,” ungkap Rocky.
Kritikan Pedas Rocky Gerung untuk Tiyo Ardianto yang Cenderung Sarkas
Sebagai seorang akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky mengungkapkan bahwa omongan Tiyo cenderung menyudutkan fisik tanpa analisa mendalam.
“Padahal kalau konteksnya saya bilang di UI itu, Tiyo naikkan oktafmu. Oh ya saya naikkan oktafku. Tapi apa yang dibikin? Prabowo jadiin kucing, “ kata Rocku Geram.
Begini pernyataan Tiyo yang cenderung sarkas menghina Presiden Prabowo.
“Saya lihat ada kucing yang scabies, gemuk sekali badannya, di kepalanya itu dihinggapi jamur scabies yang membuat dia jadi tidak bisa melihat. Saya kasih nama kucing itu Pra****h Su********l,” ucap Tiyo.
Lebih lanjut Rocky berpendapat pernyataan tersebut bukanlah menaikkan oktaf tapi menurunkan oktaf. Ia mengungkapkan sebaiknya Tiyo kasih abstraksi, supaya orang tepuk tangan.
“Itu bukan menaikkan oktaf, itu turunin oktaf, kasih abstraksi supaya orang tepuk tangan,” tutur Rocky.
Pendapat Rocky Gerung Terkait Mahasiswa Saat Berpendapat
Sebagai pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung membocorkan kisi-kisi penting saat mahasiswa ingin menyampaikan pendapat terkait Pemerintahan.
“Posisinya betul tapi ketiadaan pikiran, ketiadaan gagasan, ketiadaan ideologi membuat orang jadi sarkas. Slapstick bukan itu tapi bunyi pikiran intelektual,” ujarnya.
Ia juga sempat membagikan kisah dirinya yang mengeluarkan kata tidak pantas untuk Presiden Joko Widodo, tapi dia bisa mempertanggung jawabkannya.
“Bapak dulu juga gitu, bilang Jokowi b******* t****. Saya bilang itu karena saya bisa mempertanggungjawabkan ucapan saya secara akademis dan sistematis,” jelasnya.
Rocky juga berpesan adanya gejala gerakan mahasiswa yang akan ditunggangi oleh fasisme. Sebaiknya hati-hati tentang itu.
“Kita mulai lihat bahwa gejala gerakan mahasiswa akan ditunggangi fasisme. Fasisme doyan orang bodoh. Pedagogi nggak ada, demagogi muncul,” tuturnya.
“Jadi mulai terlihat, hati-hati terhadap gerakan sosial yang tidak dituntun organisasi, tidak dituntun oleh anggaran dasar, tidak dituntun oleh arah. Itu betul-betul bisa jadi liar,” imbuhnya.












