Kabar5News – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka resmi menutup pelatihan pengembangan Kain Tenun dan kerajinan Tali Rajut yang telah berlangsung selama tiga minggu.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran secara teori maupun praktik mengenai teknik pembuatan kain tenun dan kerajinan tali rajut.
Selain meningkatkan kemampuan produksi, peserta juga dibekali materi tentang inovasi desain, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran agar hasil kerajinan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.
Kolaka Region CSR & External Relations Sub Division Head PT ANTAM UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan hingga selesai.
“Kami berharap keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi peluang usaha yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus melestarikan kerajinan lokal sebagai bagian dari warisan budaya,” ujar Rusdan.
Tampilkan Hasil Karya Peserta
Sebagai penutup kegiatan, ANTAM menggelar pameran yang menampilkan berbagai hasil karya peserta. Pameran tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus apresiasi terhadap kemampuan yang berhasil dikembangkan selama mengikuti pelatihan.
Beragam produk kain tenun dan kerajinan tali rajut yang dipamerkan menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kualitas hasil karya para peserta setelah mendapatkan pendampingan selama program berlangsung.
Berkesempatan Ikut Ajang Dekranasda 2026
Sebagai tindak lanjut, para peserta pelatihan akan mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan memperoleh pembekalan lanjutan melalui seminar dan pelatihan mengenai digital marketing, branding produk, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Langkah ini diharapkan mampu memperluas wawasan pelaku UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Melalui program pemberdayaan ini, ANTAM berharap dapat mendorong terbentuknya kelompok-kelompok perajin yang mandiri, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Rusdan menegaskan, ANTAM akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, serta penguatan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.











