Kabar5News – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mematangkan persiapan pelaksanaan latihan terintegrasi tiga matra yang akan digelar di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Agustus 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan tersebut, Tim Peninjau Medan Daerah Latihan yang dipimpin Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Wadan Kodiklat) TNI Marsda TNI Bambang Gunarto melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi latihan pada Rabu (8/7/2026). Tim tiba menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara CN-295 dengan nomor registrasi A-2908.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah latihan, mulai dari kondisi medan, sarana dan prasarana, hingga berbagai fasilitas pendukung agar penyelenggaraan latihan berjalan sesuai standar pembinaan yang ditetapkan Kodiklat TNI.
Selain mengevaluasi kesiapan infrastruktur, tim juga melakukan identifikasi terhadap karakteristik wilayah serta berbagai aspek teknis lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana dan pelaksanaan latihan terintegrasi tiga matra.
Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto menegaskan bahwa daerah latihan memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan operasional prajurit TNI.
“Daerah latihan adalah cermin kesiapan perang. Kita harus memastikan setiap jengkal tanah latihan di Dabo Singkep mampu mencetak prajurit TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif,” ujar Marsda TNI Bambang Gunarto dalam siaran pers Penerangan Kodiklat TNI, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, kesiapan daerah latihan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan latihan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan prajurit TNI agar mampu menghadapi berbagai tantangan tugas di masa mendatang.
Hasil peninjauan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyempurnaan berbagai aspek teknis penyelenggaraan latihan terintegrasi tiga matra yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Melalui latihan tersebut, TNI berharap mampu memperkuat interoperabilitas antarmatra, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta membentuk prajurit yang profesional, adaptif, dan siap menjalankan tugas dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.










