Kabar5News – Usia kendaraan bisa bertahan lebih lama dengan jaminan performa tinggi, asalkan konsisten menerapkan beberapa kebiasaan kecil.
Kebiasaan yang bisa Anda lakukan untuk memperpanjang usia kendaraan berupa servis kendaraan berkala serta menerapkan gaya mengemudi lebih halus.
Perawatan teknis kendaraan banyak sekali macamnya. Sebut saja ganti oli atau pelumas secara berkala, memantau level cairan rutin, menjaga tekanan angin ban, rotasi ban teratur, memakai bbm sesuai rekomendasi.
Namun dari sekian jenis kebiasaan merawat komponen utama pada kendaraan yang sering terabaikan tapi bisa berakibat fatal kalau tidak disadari yakni mengganti pelumas atau oli secara berkala.
Oli Mesin Punya Peran Vital Bagi Kendaraan
Salah satu komponen yang tidak boleh diabaikan memang oli mesin. Karena berperan penting untuk melumasi, mendinginkan, melindungi komponen internal mesin dari keausan.
Terkadang banyak pemilik kendaraan merasa bahwa mesin masih bekerja secara normal. Padahal hal itu belum tentu menjamin kualitas oli di dalamnya masih dalam kondisi baik.
Seiring waktu maupun pemakaian, kemampuan oli umumnya semakin menurun. Dampaknya tidak maksimal dalam memberi perlindungan terhadap mesin.
Oli Memiliki Usia Pakai yang Wajib Dipahami Pemilik Kendaraan
Setiap pemilik kendaraan hendaknya memahami bahwa oli mempunyai usia pakai, sehingga harus rutin dilakukan penggantian.
Sebagaimana diutarakan oleh Senior Analyst PCO dan Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto yang menjelaskan bahwa oli punya usia pakai.
“Karena itu, mengganti oli secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan menjadi langkah penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal. Namun, kondisi penggunaan kendaraan sehari-hari juga perlu diperhatikan,” kata Mulianto dikutip dari Antara dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan untuk setiap kendaraan yang sering dipakai terus-menerus maupun melintas medan jalan berat, maka perlu adanya penggantian pelumas secara rutin. Supaya performa kendaraan tetap optimal sebagai penunjang mobilitas harian.
Menurut pendapatnya, sampai saat ini masih banyak pengendara sering terlena dengan performa mesin yang terasa nyaman walaupun oli sudah mendekati batas pemakaiannya.
Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, justru menimbulkan kerusakan mesin jangka panjang.
“Kendaraan sering kali masih terasa nyaman meski oli sudah mendekati akhir masa pakainya. Hal ini dapat membuat konsumen menunda penggantian oli kendaraan. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat, kotoran di dalam mesin menumpuk, dan keausan lebih cepat terjadi,” jelasnya.
Penggantian oli berkala termasuk langkah sederhana yang bisa menjaga efisiensi mesin serta memperpanjang usia kendaraan.
Hal yang Diperhatikan Terkait Penggantian Oli
Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan interval penggantian yang direkomendasikan pabrikan serta menyesuaikan dengan pola pemakaian harian.
Bahkan, setiap kali akan melakukan penggantian. Pemilik kendaraan sebaiknya memakai oli dengan kekentalan serta spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan.
Pemilihan oli paling tepat dapat menjaga pelumasan optimal untuk berbagai kondisi suhu mesin, efisiensi bahan bakar, dan meminimalkan risiko keausan komponen.











