Kabar5news
Sabtu,10 Oktober , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Haruskah Khawatir Megathrust Selat Sunda?

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memunculkan kekhawatiran soal megathrust Selat Sunda dan tsunami. Benarkah keduanya saling berkaitan?

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
9 September 2026
in GAYA HIDUP
0
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Haruskah Khawatir Megathrust Selat Sunda?

Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Foto: ChatGPT

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah aktivitas vulkaniknya menghasilkan kolom abu yang mencapai sekitar 15 kilometer.

Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak abu vulkanik, tetapi juga memunculkan pertanyaan lain di tengah masyarakat: apakah erupsi Anak Krakatau berkaitan dengan potensi megathrust Selat Sunda?

RELATED POSTS

Mau Pilih Air Minum? Ini yang Lebih Penting dari Sekadar Kandungan Mineral

Bukan Sekadar Camilan, Kalium Pisang Punya Manfaat Penting untuk Tubuh

Pertanyaan tersebut muncul karena Gunung Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda yang secara geologi memang memiliki aktivitas tektonik tinggi. Di wilayah yang sama terdapat zona subduksi yang menjadi bagian dari sistem megathrust.

Namun, keberadaan keduanya dalam kawasan yang berdekatan tidak berarti setiap aktivitas Gunung Anak Krakatau berkaitan langsung dengan pergerakan megathrust.

Menurut pakar kebencanaan, aktivitas vulkanik dan gempa tektonik merupakan dua fenomena yang memiliki mekanisme berbeda. Gempa vulkanik berkaitan dengan pergerakan magma dan pelepasan gas di dalam tubuh gunung api, sedangkan gempa tektonik berkaitan dengan pergeseran atau patahan batuan akibat pergerakan lempeng.

Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menjelaskan bahwa gempa vulkanik pada dasarnya tidak memiliki energi yang cukup besar untuk memicu gempa tektonik karena tekanan yang dihasilkan bersifat lokal.

“Mengenai hubungan keduanya, gempa vulkanik pada dasarnya tidak memiliki energi yang cukup besar untuk memicu terjadinya gempa tektonik karena cakupan tekanannya hanya bersifat lokal,” ujar Daryono.

Dengan demikian, aktivitas erupsi Anak Krakatau tidak dapat begitu saja dianggap sebagai tanda bahwa megathrust Selat Sunda akan segera bergerak.

Justru, hubungan antara aktivitas tektonik dan vulkanik dalam kondisi tertentu lebih mungkin terjadi dari arah sebaliknya. Gempa tektonik yang sangat kuat dapat memengaruhi gunung api yang memang sudah aktif, terutama ketika kondisi sistem magmanya memungkinkan terjadinya perubahan tekanan.

“Sebaliknya, gempa tektonik berskala besar sangat memungkinkan untuk memicu erupsi gunung api. Dengan syarat utama gunung tersebut memang sudah berada dalam status aktif dan kantong magmanya terisi penuh, sehingga guncangan yang terjadi dapat membongkar sumbatan magma atau memicu pelepasan gas,” jelas Daryono.

Artinya, secara sederhana, aktivitas megathrust secara teoritis dapat memengaruhi gunung api yang aktif. Namun, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak otomatis berarti sedang terjadi pergerakan megathrust Selat Sunda.

Kekhawatiran lain yang ikut muncul adalah potensi tsunami. Apalagi masyarakat masih mengingat peristiwa tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, erupsi gunung api tidak selalu menghasilkan tsunami. Tsunami vulkanik dapat terjadi apabila aktivitas gunung menyebabkan perpindahan massa air secara tiba-tiba, misalnya akibat longsoran material dalam jumlah besar ke laut atau perubahan struktur tubuh gunung.

Pada aktivitas terbaru, perhatian internasional sempat tertuju pada potensi gangguan laut setelah kolom abu Anak Krakatau mencapai sekitar 15 kilometer. Darwin Volcanic Ash Advisory Centre mencatat abu mencapai flight level 500 atau sekitar 15,2 kilometer, dengan pergerakan awan abu terpantau menuju beberapa arah berdasarkan ketinggiannya.

Jepang juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) memeriksa perubahan permukaan laut di sejumlah stasiun pemantauan setelah aktivitas erupsi terdeteksi.

Hasil pemantauan tersebut tidak menunjukkan perubahan signifikan pada permukaan laut di Jepang maupun sejumlah lokasi pemantauan lainnya. Dengan demikian, Jepang memastikan erupsi Anak Krakatau tidak menimbulkan tsunami bagi wilayahnya.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tingginya kolom erupsi tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai ancaman tsunami. Ada mekanisme lain yang harus diperhatikan, terutama apakah terjadi perpindahan massa atau longsoran besar yang masuk ke laut.

Di sisi lain, aktivitas Anak Krakatau tetap perlu dipantau karena karakter gunung api tersebut masih dinamis. Badan Geologi sebelumnya mencatat aktivitas erupsi yang berlangsung menerus kemudian kembali ke pola erupsi strombolian. Status gunung juga tetap berada pada Level III atau Siaga, dengan masyarakat dan pelaku pelayaran diminta mematuhi radius aman yang ditetapkan.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk membedakan antara erupsi gunung api, gempa megathrust, dan tsunami. Ketiganya memang dapat terjadi dalam kawasan geologi yang sama dan dalam kondisi tertentu dapat saling berinteraksi, tetapi bukan berarti satu fenomena otomatis menjadi penyebab fenomena lainnya.

Erupsi Anak Krakatau saat ini lebih tepat dipahami sebagai aktivitas vulkanik yang perlu dipantau secara khusus. Sementara potensi megathrust Selat Sunda merupakan persoalan tektonik yang harus dikaji berdasarkan kondisi dan aktivitas zona subduksi.

Masyarakat pun tidak perlu panik hanya karena melihat erupsi Anak Krakatau dikaitkan dengan megathrust. Yang lebih penting adalah mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan Badan Geologi, serta mematuhi setiap rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan.

Pada akhirnya, erupsi Anak Krakatau bukanlah bukti bahwa megathrust Selat Sunda sedang bergerak. Keduanya berada dalam lingkungan geologi yang saling berdekatan dan secara teori dapat berinteraksi, tetapi mekanisme serta indikatornya berbeda.

Memahami perbedaan tersebut menjadi penting agar kewaspadaan masyarakat tetap terjaga tanpa berubah menjadi kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.

Continue Reading
Tags: Anak KrakatauBMKGErupsi Anak KrakatauGunung ApiKabar5Newslava vulkanikMegathrust Selat SundaPVMBGSelat SundaTsunami
Previous Post

All New Mitsubishi Pajero Hadir dalam 6 Tipe, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Next Post

TNI AU dan RSAF Tingkatkan Kesiapan Operasi SAR Lewat Latma Manyar Indopura 2026

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Mau Pilih Air Minum? Ini yang Lebih Penting dari Sekadar Kandungan Mineral

Mau Pilih Air Minum? Ini yang Lebih Penting dari Sekadar Kandungan Mineral

by Fajar Novryanto
8 Oktober 2026
0

Kabar5News - Air minum menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika dihadapkan pada banyak pilihan, tidak sedikit orang yang...

Bukan Sekadar Camilan, Kalium Pisang Punya Manfaat Penting untuk Tubuh

Bukan Sekadar Camilan, Kalium Pisang Punya Manfaat Penting untuk Tubuh

by Fajar Novryanto
6 Oktober 2026
0

Kabar5News - Pisang memang dikenal sebagai camilan praktis yang mudah dibawa dan cepat memberi energi. Namun, manfaat pisang tidak berhenti...

Olahraga Saja Tak Cukup, Gaya Hidup Sehat Perlu Keseimbangan

Olahraga Saja Tak Cukup, Gaya Hidup Sehat Perlu Keseimbangan

by Fajar Novryanto
5 Oktober 2026
0

Kabar5News - Menjalani gaya hidup sehat sering kali identik dengan rutinitas olahraga. Padahal, menjaga kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar aktif...

Aktivitas Influenza Mulai Naik di Asia, Ini yang Perlu Diperhatikan

Aktivitas Influenza Mulai Naik di Asia, Ini yang Perlu Diperhatikan

by Fajar Novryanto
3 Oktober 2026
0

Kabar5News - Aktivitas influenza mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah negara Asia. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kenaikan aktivitas virus terjadi...

Matcha Uji dan Yogurt Berpadu, Jadi Dessert Creamy yang Kekinian

Matcha Uji dan Yogurt Berpadu, Jadi Dessert Creamy yang Kekinian

by Fajar Novryanto
1 Oktober 2026
0

Kabar5News - Matcha dari Uji, Kyoto, Jepang, kembali hadir dalam kreasi dessert yang memadukan cita rasa khas teh hijau dengan...

Next Post
TNI AU dan RSAF Tingkatkan Kesiapan Operasi SAR Lewat Latma Manyar Indopura 2026

TNI AU dan RSAF Tingkatkan Kesiapan Operasi SAR Lewat Latma Manyar Indopura 2026

Mengulik Sejarah HUT TNI AL yang Diperingati Setiap 10 September

Mengulik Sejarah HUT TNI AL yang Diperingati Setiap 10 September

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

TNI Perkuat Akses Desa lewat Karya Bakti di Pandeglang

TNI Perkuat Akses Desa lewat Karya Bakti di Pandeglang

10 Oktober 2026
YouTube Bakal Perketat Shorts, Kreator Dituntut Ubah Strategi Mencari Trafik

YouTube Bakal Perketat Shorts, Kreator Dituntut Ubah Strategi Mencari Trafik

10 Oktober 2026
  • 596 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In