Kabar5News – Kemenangan Timnas Indonesia atas Kamboja pada laga perdana Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 bukan hanya menjadi awal yang manis dalam perburuan tiket semifinal. Lebih dari itu, pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, memperlihatkan bagaimana identitas permainan baru yang dibangun pelatih John Herdman mulai terlihat di atas lapangan.
Sejak dipercaya menukangi skuad Garuda, Herdman menargetkan terbentuknya tim yang memiliki karakter bermain jelas, disiplin dalam organisasi permainan, serta mampu tampil konsisten menghadapi berbagai situasi pertandingan. Proses tersebut dibangun melalui pemusatan latihan, sejumlah laga uji coba, hingga evaluasi di setiap lini menjelang bergulirnya Piala AFF 2026.
Perkembangan itu sebenarnya sudah mulai terlihat sebelum turnamen dimulai. Seusai laga uji coba melawan Bali United, Herdman mengaku optimistis karena para pemain mulai memahami filosofi permainan yang ingin diterapkannya.
“Kami mulai melihat tanda-tanda yang jelas dari identitas taktik kami, dan tim menunjukkan perkembangan yang baik hari ini,” ujar Herdman.
Pernyataan tersebut seolah mendapat pembuktian saat Indonesia menghadapi Kamboja. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, skuad Garuda tampil lebih percaya diri dengan menguasai penguasaan bola dan mendikte jalannya pertandingan. Serangan dibangun secara sabar dari lini belakang sebelum dialirkan ke lini tengah dan diteruskan ke sektor sayap maupun lini depan.
Lini tengah menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Para gelandang mampu mengatur ritme permainan sekaligus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Distribusi bola berjalan lebih efektif sehingga Indonesia mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang laga.
Tak hanya itu, transisi permainan juga terlihat semakin matang. Ketika kehilangan bola, para pemain langsung melakukan tekanan untuk merebut kembali penguasaan bola. Sebaliknya, saat berhasil merebut bola dari lawan, Indonesia mampu melancarkan serangan balik dengan cepat dan terorganisasi.
Keunggulan Indonesia menjadi bukti bahwa strategi yang diterapkan berjalan cukup efektif. Selain mampu mengendalikan permainan, para pemain juga tampil disiplin dalam menjalankan instruksi sehingga mampu menjaga tempo pertandingan sesuai yang diinginkan tim pelatih.
Di babak kedua, Kamboja mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, lini pertahanan Indonesia tetap tampil solid dan disiplin. Koordinasi antarpemain belakang berjalan baik sehingga berbagai peluang yang dibangun lawan berhasil dipatahkan sebelum membahayakan gawang Garuda.
Penampilan penjaga gawang Indonesia juga layak mendapat apresiasi. Beberapa peluang emas Kamboja berhasil diamankan sehingga keunggulan Indonesia tetap terjaga hingga pertandingan usai.
Meski meraih kemenangan, Herdman sebelumnya telah menegaskan bahwa proses pembangunan tim belum selesai. Baginya, hasil positif dalam pertandingan uji coba maupun laga pembuka hanyalah bagian dari tahapan menuju tim yang lebih matang.
“Kami bisa memberikan menit bermain yang berharga kepada setiap pemain, dan itu merupakan salah satu target penting bagi kami,” kata Herdman usai uji coba melawan Bali United.
Ia juga mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum tim benar-benar mencapai performa terbaiknya.
“Sekarang kami masih memiliki lima hari lagi untuk mempersiapkan diri, meningkatkan kualitas, dan melanjutkan perkembangan dari penampilan ini,” ujar pelatih berusia 51 tahun tersebut menjelang bergulirnya turnamen.
Filosofi tersebut kini mulai terlihat dalam permainan Indonesia. Dibanding beberapa penampilan sebelumnya, organisasi tim tampak lebih rapi, transisi antarlini berjalan lebih cepat, dan para pemain terlihat semakin memahami peran masing-masing dalam skema permainan yang diterapkan.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Penyelesaian akhir menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki mengingat Indonesia mampu menciptakan cukup banyak peluang, tetapi belum sepenuhnya efektif dalam mengonversinya menjadi gol.
Perjalanan Indonesia di Grup A pun masih panjang. Tantangan sesungguhnya akan datang ketika Garuda menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi, seperti juara bertahan Vietnam dan Singapura yang juga mengawali turnamen dengan kemenangan. Konsistensi permainan akan menjadi faktor penentu dalam perebutan dua tiket menuju babak semifinal.
Pada akhirnya, kemenangan atas Kamboja bukan hanya memberikan tambahan tiga poin di klasemen. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi sinyal positif bahwa proses pembangunan tim yang dilakukan John Herdman mulai menunjukkan hasil nyata. Jika perkembangan ini mampu dipertahankan dan terus ditingkatkan, Timnas Indonesia berpeluang menjadi salah satu penantang serius dalam perebutan gelar ASEAN Hyundai Cup 2026.












