Kabar5News – Prestasi yang diraih atlet-atlet muda Indonesia pada Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 tidak hanya menambah koleksi medali Merah Putih di kancah internasional. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi gambaran bahwa regenerasi atlet sepatu roda Indonesia terus berjalan dan mulai menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Dalam kejuaraan yang berlangsung di Saitama, Jepang, Queen Azmi Harthifa sukses meraih medali emas pada nomor Speed Slalom Junior Women U15, sementara Muhammad Kenzo Gani mempersembahkan medali perunggu di nomor Classic Slalom Junior Men U15.
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB PORSEROSI) mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil membela Indonesia pada ajang tersebut.
“Selamat kepada seluruh atlet Tim Indonesia atas perjuangannya di ajang Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 yang diselenggarakan di Saitama, Jepang. Terima kasih telah memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia,” tulis PB PORSEROSI melalui akun Instagram resminya.
Keberhasilan tersebut menjadi menarik karena diraih oleh atlet-atlet yang masih berada di kelompok usia di bawah 15 tahun. Artinya, Indonesia mulai memiliki stok atlet muda yang berpeluang berkembang menjadi andalan pada level junior, bahkan senior, dalam beberapa tahun mendatang.
Regenerasi Mulai Menunjukkan Hasil
Dalam dunia olahraga prestasi, keberhasilan sebuah negara tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih saat ini, tetapi juga dari keberhasilan menyiapkan generasi penerus. Munculnya atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat Asia menjadi indikator bahwa proses pembinaan mulai berjalan ke arah yang positif.
Kejuaraan internasional seperti Saitama Inline Freestyle Asia Cup juga memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda untuk menghadapi tekanan pertandingan, beradaptasi dengan atmosfer kompetisi internasional, serta mengukur kemampuan mereka melawan atlet terbaik dari berbagai negara.
Selain Queen dan Kenzo, Indonesia juga menurunkan Mercy Evenaar Tirta Monterie, Breeza Everard Tirta Monterie, serta Arccianindita Ervinnya Sahasrakirana. Kehadiran sejumlah atlet muda tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengandalkan satu atau dua nama, tetapi mulai memiliki regenerasi yang lebih merata.
Bukan Hanya Sekadar Medali
Bagi Queen Azmi Harthifa, keberhasilan meraih emas memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar naik podium. Ia mengaku bangga dapat mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional dan menjadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Bangga sekali bisa mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan internasional. Satu lagi pencapaian yang bakal selalu aku syukuri. Senang banget bisa menutup lomba ini dengan hasil terbaik dan berdiri di podium,” tulis Queen melalui akun Instagram pribadinya.
Queen juga menyampaikan apresiasi kepada klub, pelatih, PB PORSEROSI, sekolah, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses persiapannya hingga mampu tampil di Jepang.
Meski telah meraih medali emas, ia mengaku masih memiliki target yang ingin diwujudkan pada kompetisi berikutnya.
“Bismillah, semoga bisa terus kasih yang terbaik,” ujarnya.
Modal Menuju Prestasi yang Lebih Tinggi
Prestasi di level junior tentu belum menjadi akhir perjalanan. Namun, hasil di Jepang menjadi modal penting bagi para atlet muda Indonesia untuk terus berkembang melalui kompetisi internasional yang lebih kompetitif pada masa mendatang.
Jika pembinaan berjalan secara konsisten, bukan tidak mungkin nama-nama seperti Queen Azmi Harthifa dan Muhammad Kenzo Gani akan menjadi bagian dari generasi baru atlet sepatu roda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat Asia bahkan dunia. Keberhasilan mereka di Saitama pun menjadi bukti bahwa masa depan olahraga sepatu roda Indonesia memiliki fondasi yang patut diapresiasi.












