Kabar5News – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Latihan Terintegrasi TNI 2026 yang dipusatkan di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Latihan ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya mengintegrasikan operasi TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara dalam satu skenario operasi gabungan berskala besar.
Sebanyak 12.987 personel diterjunkan dalam latihan yang dirancang untuk menguji interoperabilitas antarmatra, kesiapan personel, efektivitas prosedur operasi gabungan, hingga kemampuan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam menghadapi ancaman modern.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyebut latihan ini menjadi bukti kesiapan TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Latihan terintegrasi ini untuk membuktikan kepada panglima tertinggi bahwa Tentara Nasional Indonesia sudah siap sejak tahun 2026 untuk memikul beban tugas dalam rangka menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan NKRI,” ujar Sjafrie.
Daftar Operasi Gabungan yang Ditampilkan
Latihan Terintegrasi TNI 2026 menampilkan berbagai simulasi operasi militer modern yang melibatkan kemampuan darat, laut, udara, hingga siber secara terpadu, di antaranya:
– Operasi pertahanan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16.
– Serangan siber untuk melumpuhkan infrastruktur vital musuh.
– Operasi pasukan khusus udara oleh Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
– Operasi drone, termasuk drone serbu dan drone kamikaze AKM KI-50 buatan Indonesia.
– Operasi kendaraan permukaan tanpa awak (USV) Kamikaze milik TNI AL.
– Operasi infiltrasi dan sabotase kabel bawah laut oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska).
– Operasi peranjauan laut.
– Operasi lintas udara (Linud) melalui penerjunan pasukan dari pesawat Hercules C-130.
– Bantuan tembakan kapal perang dan tembakan artileri untuk mendukung pasukan darat.
Alutsista yang Dikerahkan Tiga Matra
Selain personel, latihan ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan berbagai alutsista modern yang dimiliki TNI.
TNI Angkatan Darat (AD)
TNI AD mengerahkan berbagai sistem persenjataan, antara lain:
– Multiple Launch Rocket System (MLRS).
– Howitzer atau artileri medan.
– Kendaraan tempur.
– Rudal pertahanan udara.
– Drone pengintai dan drone tempur.
TNI Angkatan Laut (AL)
Dari matra laut, sejumlah alutsista yang dilibatkan meliputi:
– KRI Sampari-628.
– KRI Soeharso-991.
– KRI Prabu Siliwangi-321.
– KRI Sultan Iskandar Muda-367.
– KRI Raden Eddy Martadinata-331.
– Rudal anti-kapal C-705.
– USV Kamikaze.
– Ranpur amfibi.
– Helikopter.
– Pesawat patroli maritim.
– Pesawat angkut.
– Drone.
TNI Angkatan Udara (AU)
Sementara TNI AU mengerahkan:
– Pesawat tempur Rafale.
– Pesawat tempur F-16.
– Pesawat angkut Hercules C-130.
– Pesawat CN-235.
– Pesawat intai.
– Helikopter.
– Drone.
– Pesawat angkut strategis.
Latihan Linud Digelar pada Malam Hari
Sebelum puncak latihan, TNI juga melaksanakan Latihan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) pada malam hari.
Latihan tersebut melibatkan personel Brigif 17/Sakti Budi Bhakti, Denmatra 2 Korpasgat, serta pesawat CN-235 TNI AU untuk menyiapkan daerah pendaratan pasukan lintas udara.
Pelaksanaan pada malam hari dipilih untuk menguji kemampuan personel dalam kondisi minim cahaya sekaligus memastikan kesiapan satuan dan alutsista dalam mendukung Operasi Militer untuk Perang (OMP).
Melalui Latihan Terintegrasi TNI 2026, TNI tidak hanya menguji kemampuan tempur masing-masing matra, tetapi juga memperkuat koordinasi operasi gabungan agar mampu merespons berbagai ancaman modern secara lebih efektif.










