Kabar5News – Perkembangan teknologi pesat seperti sekarang mampu berkolaborasi dengan budaya hingga menciptakan karya seni luar biasa berupa wayang digital.
Aga Mahesa pemuda asal Bali mampu memanfaatkan teknologi yang ada untuk menghadirkan mahakarya wayang berbasis sensor tangan.
Selama ini wayang umumnya digerakkan dengan tangan saat pertunjukan berlangsung. Melalui tangan dingin seniman visual Aga Mahesa sentuhan modern mampu mengundang decak kagum penikmat seni budaya.
Mengenal Wayang Digital Hasil Eksperimen Aga Mahesa
Dilansir dari Instagram Shift Media, Aga Mahesa seorang visual artist asal Bali telah membuat eksperimen menakjubkan bertajuk “Hand Tracked Wayang” yang memadukan bentuk visual wayang pakai teknologi interaktif.
Temuan tersebut memungkinkan wayang dapat bergerak mengikuti gestur tangan, tidak perlu menyentuh langsung seperti cara tradisional.
Wayang berbasis teknologi canggih itu menggunakan TouchDesigner yang berupa perangkat lunak visual programming biasanya dipakai sebagai karya multimedia.
Cara Kerja Teknologi Touch Designer dalam Wayang Digital
Wayang dengan pendekatan teknologi hasil eksperimen visual artist asal Bali ini bekerja menggunakan gabungan beberapa perangkat lunak dan teknik multimedia.
Berikut ulasan terkait cara kerjanya:
1. Sistem Kamera dan Hand Tracking
Kamera akan otomatis menangkap pergerakan tangan pengguna, lalu membaca titik-titik persendian jari dan telapak tangan.
2. TouchDesigner
Item kedua ini merupakan perangkat lunak pemrograman visual yang dipakai untuk melakukan pengolahan data titik gerakan tangan tersebut.
Setelah itu menerjemahkannya menjadi instruksi gerak tubuh pada karakter wayang digital.
3. Projection Mapping
Hasil visual wayang yang dinamis kemudian diproyeksikan ke layar atau permukaan tertentu memakai bantuan proyektor.
Hasil karya tersebut menunjukkan pada siapa saja sekaligus menjadi contoh tentang pemanfaatan teknologi digital yang menghadirkan wayang lebih interaktif dekat dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, teknologi tidak membuat budaya itu menjadi hilang. Justru mampu menghasilkan kolaborasi apik berbalut mahakarya berkelas yang bisa dinikmati semua usia tanpa menghilangkan unsur aslinya.












