Kabar5News – Kekeringan membuat warga Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan serius dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, TNI Angkatan Darat melalui Batalion Zeni Tempur 8/SMG mengerahkan mobil Reverse Osmosis (RO) untuk membantu menyediakan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Mobil RO tersebut merupakan kendaraan khusus yang dirancang untuk mengolah air baku melalui proses penyaringan berteknologi tinggi. Dengan kapasitas mencapai sekitar 3.000 liter per hari, kendaraan ini menjadi salah satu solusi cepat ketika masyarakat berada di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Kehadiran mobil tersebut tidak hanya menjadi bantuan logistik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi pengolahan air dapat dimanfaatkan dalam situasi krisis. Air baku yang tersedia dapat diproses terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Komandan Batalion Zeni Tempur 8/SMG Letnan Kolonel Czi Vispayudha Auguzta mengatakan pengerahan mobil RO merupakan implementasi perintah pimpinan sekaligus wujud Kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami hadir bukan hanya saat perang. Saat rakyat kesulitan air, Yonzipur 8/SMG juga harus ada di garis depan. Terlihat warga menyambut antusias. Bantuan air bersih ini sangat membantu untuk minum, memasak, dan menjaga kesehatan keluarga di musim kemarau,” kata Auguzta.
Ia memastikan Yonzipur 8/SMG akan terus mendistribusikan air kepada masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung hingga musim hujan tiba.
Secara teknologi, Reverse Osmosis bekerja dengan mendorong air melewati membran semipermeabel menggunakan tekanan tertentu. Proses tersebut memungkinkan molekul air melewati lapisan penyaring, sementara berbagai zat terlarut, ion, dan sejumlah kontaminan dapat tertahan.
Melansir laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, teknologi RO memiliki kemampuan penyaringan yang tinggi sehingga tidak hanya berfungsi menjernihkan air, tetapi juga dapat menyaring molekul berukuran besar serta ion tertentu. Teknologi tersebut juga dapat membantu mengurangi kontaminan, termasuk sejumlah logam, sehingga air hasil pengolahan dapat digunakan sesuai standar dan proses pengolahan yang diterapkan.
Menariknya, teknologi Reverse Osmosis pada awal perkembangannya banyak digunakan untuk mengolah air laut. Sistem tersebut mulai diterapkan sekitar 1970 dan kemudian berkembang untuk berbagai kebutuhan pengolahan air, tidak terbatas pada air laut.
Perkembangan teknologi membuat RO kini dapat digunakan untuk mengolah berbagai jenis air baku yang membutuhkan proses pemurnian lebih lanjut. Prinsip penyaringan melalui membran menjadi salah satu keunggulannya karena mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan penyaringan konvensional.
Bagi masyarakat yang mengalami krisis air, kemampuan tersebut memiliki nilai penting. Ketika sumber air bersih sulit diperoleh, kendaraan pengolahan seperti mobil RO dapat dibawa langsung menuju lokasi yang membutuhkan sehingga proses penyediaan air bisa dilakukan lebih cepat.
Pemanfaatan mobil RO oleh TNI AD juga bukan kali pertama dilakukan. Dalam penanganan bencana di Sumatra beberapa waktu lalu, kendaraan serupa turut dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar 3.000 liter per hari, mobil RO Yonzipur 8/SMG di Tallo menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melewati musim kemarau. Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dalam kondisi krisis, teknologi dapat menjadi penghubung antara sumber air yang tersedia dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Bagi warga, air yang mungkin sebelumnya sulit diperoleh kini dapat diolah dan didistribusikan lebih dekat ke lingkungan mereka. Sementara bagi TNI, kehadiran mobil RO menjadi salah satu bentuk dukungan langsung kepada masyarakat ketika kebutuhan dasar seperti air bersih berada dalam kondisi terbatas.










