Kabar5News – Pengguna jalan yang hendak melintas atau beraktivitas di sekitaran Senayan, bisa mengantisipasi adanya kepadatan lalu lintas pada Kamis (27/8). Sejumlah aliansi masyarakat melakukan demo di depan Gedung DPR/MPR RI.
Pengendara perlu menyiapkan jalur alternatif untuk menghindari adanya kemacetan parah, khususnya ketika massa mulai mengepung area sekitaran aksi demonstrasi.
Massa demo mulai memadati dan berkumpul di area depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8). Dilansir dari Kompas, massa merupakan warga Pati, Jawa Tengah, hingga pengemudi Ojol.
Kondisi Massa di Depan Gedung DPR RI
Rombongan massa yang berasal dari berbagai daerah, terlihat sudah berkumpul serta memasang spanduk-spanduk pada gerbang utama DPR RI.
Area pelataran maupun trotoar yang berada persis pada area depan gerbang utama telah penuh sesak dengan ratusan peserta demo. Bahkan, pagar setinggi 4 meter sekarang sudah dipenuhi dengan spanduk bertuliskan “Rampas Aset Koruptor, Hukum Mati Koruptor”.
Massa terlihat duduk lesehan di trotoar maupun jalan sambil berkumpul dengan temannya masing-masing. Puluhan pengemudi Ojek Online tampak membaur dengan massa daerah sekitar.
Sementara itu, massa dari Kabupaten Pati datang menggunakan lima armada bus. Mereka berpencar, ada yang langsung tertuju pada Gedung DPR RI, menunggu di bus maupun Gelora Bung Karno.
Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dimulai pukul 10.00 WIB serta berpusat di depan Gedung DPR RI.
Pengamanan diperketat, pihak kepolisian telah bersiaga pada sekitaran titik-titik masuk yang mengarah ke Gedung DPR RI. Mereka terdiri dari polisi lalu lintas, polisi reserse, Sat Samapta lengkap dengan tameng dan rompi.
Penyekatan lalu lintas pun telah dilakukan sehingga pengendara perlu memahami jalur alternatif terbaik untuk menghindari macet.
Pilihan Jalur Alternatif Menghindari Macet di Kawasan Senayan
Dilansir dari Instagram TMC Polda Metro Jaya dan katadata, setiap pengendara hendaknya menghindari Jalan Gatot Subroto sekitar Senayan. Tapi, bagi siapa saja yang tetap melintas kawasan tersebut.
Ada beberapa jalur alternatif dapat dipilih pengendara. Berikut ulasan singkatnya:
1. Jalur Alternatif dari Jakarta Selatan Menuju Jakarta Pusat
Bagi pengendara yang menghindari area Jalan Gatot Subroto bisa mengambil jalur Jalan Prof Dr. Satrio lalu menuju kawasan Karet. Selanjutnya, bisa langsung diteruskan melewati Jalan KH. Mas Mansyur maupun Jalan Jenderal Sudirman.
2. Jalur Alternatif Arah Slipi Maupun Palmerah Mengarah ke Senayan
Pengendara sebaiknya pilih jalur Jalan S. Parman lalu menuju Tomang. Setelah itu, bisa lanjut melewati Jalan Kyai Caringin, Jalan Cideng maupun kawasan Tanah Abang ke pusat kota.
3. Jalur Alternatif Arah Kebayoran Baru, Blok M lalu Senayan
Pengendara sebaiknya menghindari Jalan Asia Afrika. Sebagai gantinya bisa lewat Jalan Pakubuwono, Jalan Hang Tuah, lalu menuju kawasan Sudirman maupun Permata Hijau.
4. Jalur Alternatif dari Jakarta Barat Menuju SCBD serta Jakarta Selatan
Anda bisa memakai rute alternatif yang melewati Jalan Panjang, Jalan Arteri Permata Hijau. Selanjutnya, masuk kawasan Senopati atau Jalan Jenderal Sudirman.
5. Jalur Alternatif Arah Jakarta Timur ke Jakarta Barat
Pengendara sebaiknya memakai jalur Jalan MT Haryono, lalu mengarah ke Rasuna Said serta Sudirman untuk meminimalkan kepadatan di Semanggi maupun Gatot Subroto.











