Kabar5News – Deretan rumah khas suku Sasak yang berada di Kampung Desa Adat Sade ludes terbakar pada sabtu (22/8/2026) malam.
129 rumah di kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan sebagian kecil bangunan dengan kondisi hangus. Musibah tersebut mengakibatkan 320 warga terdampak.
Tindakan cepat, sigap diambil oleh pihak yang berwenang. Dilansir dari CNBC Indonesia, Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse menyatakan bahwa sudah dilakukan pemadaman intensif pada hari kejadian hingga evakuasi warga.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan kebutuhan dasar warga maupun pendidikan anak-anak Sade yang terkena dampak kebakaran akan terpenuhi.
Terlepas dari peristiwa tragis tersebut, Kampung Sade menyimpan fakta keunikan yang jarang diketahui publik. Bukan sekedar warisan budaya leluhur, tapi punya konsep menakjubkan tentang arsitektur bangunannya.
Fakta Keunikan Kampung Desa Adat Sade

Desa Sade yang berada di Lombok Tengah, Rambitan termasuk objek wisata populer. Nama Sade sendiri mengandung makna sadar.
Ini merupakan sebuah perkampungan suku Sasak, sebagai salah satu suku asli masyarakat Pulau Lombok. Luas wilayahnya 3 hektar dengan 150 lebih rumah dengan jumlah penduduk 700 orang masih satu garis keturunan.
Kampung Sade memiliki beberapa keunikan yang jarang ditemukan pada zaman modern ini. Berikut ulasannya dilansir dari lombok leisure tour:

1. Lantai Rumah Dilumuri Kotoran Kerbau
Lantai rumah di desa adat ini beda dari kebanyakan, karena lantainya dilumuri kotoran kerbau selama beberapa waktu. Tujuannya untuk menjaga lantai bersih dari debu menempel, lantai menjadi kokoh, serangga enggan masuk.
2. Hunian Bagi Suku Sasak
Desa ini termasuk tempat tinggal suku asli Lombok, sekitar 700 jiwa penduduk. Pernikahan umumnya dilakukan satu rumpun, keaslian otomatis terjaga.
3. Rumah Adat Sade Punya Berbagai fungsi
Ada beberapa tipe rumah yang berada di sana seperti Bale Kodong, Bale Tani, Bale Bonter dengan fungsi masing-masing.
Bale Bonter untuk rumah pejabat desa, tempat konferensi adat. Lalu Bale Kodong berfungsi sebagai tempat tinggal orang-orang yang baru menikah.
Sementara itu, Bale Tani merupakan rumah yang dipakai sebagai tempat tinggal penduduk berprofesi sebagai petani.
4. Hunian Anti Gempa
Desain rumah yang ada di Desa Sade masih sederhana, dinding dari anyaman bambu, atap alang-alang yang kering, lantai rumah merupakan campuran tanah liat.
Gempa besar pernah mengguncang desa tersebut, namun bangunannya tetap berdiri kokoh.
5. Kain Tenun Khas
Para penenun di desa Sade seringkali menjajakan jualannya berupa kain tenun di depan rumah masing-masing. Yang mana, itu hasil karya mereka sendiri, menenun pakai alat sederhana dengan motif estetik.
6. Tradisi Unik
Ada tradisi unik yang masih terpelihara di perkampungan ini. Setiap kali hendak melakukan pernikahan, diwajibkan untuk dicubit dulu dari pihak laki-lakinya.
Lokasi pertemuan laki-laki dan perempuan, sebelum si perempuan diculik terletak di depan pohon cinta.
Itulah deretan fakta keunikan seputar Kampung Desa Adat Sade yang masih menjaga tradisi kuat dari leluhur. Kini, pemicu musibah kebakaran diidentifikasi pihak berwajib, pihak Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah.










