Kabar5News – Kemampuan menghadapi ancaman di ruang digital kini menjadi bagian penting dalam pertahanan negara. Hal tersebut terlihat dari kompetisi Cyber Competition: Rise The Ranger 2 yang digelar Satuan Siber (Satsiber) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (23/8).
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan talenta siber Indonesia, tetapi juga mencatatkan pencapaian tersendiri. Sebanyak 534 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut dan membuat Rise The Ranger 2 meraih rekor MURI sebagai kompetisi dengan jumlah peserta terbanyak.
Komandan Satsiber TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring, mengatakan jumlah peserta tersebut meningkat meski pada awal pendaftaran tercatat ada sekitar 600-an tim.
“Tahun ini dapat kita 534 tim yang ikut dalam kompetisi meskipun saat pendaftaran ada 600-an. Dan alhamdulillah, puji Tuhan, tahun ini kita juga masuk dalam pemecahan rekor dari MURI dengan jumlah peserta terbanyak,” ujar Juinta kepada wartawan.
Tak Sekadar Kompetisi
Rise The Ranger 2 dirancang sebagai wadah untuk menguji kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai skenario ancaman siber. Pesertanya pun tidak terbatas pada kalangan profesional, tetapi mencakup mahasiswa, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum.
Kompetisi tahun ini mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Digital Forensic, Attack and Defense, serta Incident Response.
Digital Forensic menguji kemampuan peserta dalam melakukan investigasi dan menganalisis jejak digital. Sementara Attack and Defense mensimulasikan situasi ketika peserta harus mempertahankan sistem sekaligus menghadapi serangan. Adapun Incident Response berfokus pada kemampuan menangani insiden keamanan siber dan memulihkan sistem setelah serangan.
Menurut informasi resmi penyelenggara, kompetisi tersebut memang dirancang untuk menghadirkan skenario ancaman siber yang realistis, bukan sekadar perlombaan memecahkan tantangan teknis. Ajang ini juga diarahkan untuk membangun jejaring talenta siber nasional sekaligus mendukung penguatan pertahanan siber Indonesia.
Hadiah Rp295 Juta dan Golden Ticket
Salah satu hal yang membuat Rise The Ranger 2 menarik adalah kesempatan yang ditawarkan kepada para pemenang. Kompetisi ini menyediakan total hadiah Rp295 juta.
Namun, hadiah uang bukan satu-satunya keuntungan yang bisa diperoleh peserta.
Para pemenang juga berkesempatan mendapatkan Golden Ticket untuk mengikuti jalur penerimaan Prajurit Karier (PK) Khusus Siber TNI. Pada kategori mahasiswa, Golden Ticket ditujukan untuk jalur Perwira Prajurit Karier (PA PK) TNI. Sementara kategori umum memberikan peluang untuk jalur PA/BA PK TNI.
Artinya, kompetisi ini dapat menjadi salah satu jalur bagi talenta dengan kemampuan siber terbaik untuk melanjutkan ke lingkungan pertahanan negara.
Pemenang Tetap Harus Lolos Seleksi
Meski memiliki kesempatan khusus, menjadi juara kompetisi tidak otomatis membuat seseorang langsung menjadi prajurit TNI.
Juinta menjelaskan, para finalis yang berminat bergabung dengan TNI akan mengikuti seleksi langsung tingkat pusat. Mereka tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk aspek psikologi dan mental ideologi.
“Nanti finalis 1, 2, 3 yang berkeinginan masuk menjadi prajurit TNI, kita akan mengikuti seleksi langsung tingkat pusat. Ada prioritas, tapi tentunya ada materi-materi yang harus lulus dia, psikologi maupun mental ideologi, ini yang terpenting menurut kami,” jelas Juinta.
Dengan demikian, kemampuan teknis di bidang siber menjadi modal awal, tetapi bukan satu-satunya penentu. Calon prajurit tetap harus memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan dalam proses seleksi.
Mencari Talenta untuk Pertahanan Siber
Penyelenggaraan Rise The Ranger 2 juga menunjukkan semakin pentingnya sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman digital. Satsiber TNI sebelumnya menyebut kompetisi ini sebagai bagian dari upaya membangun jaringan talenta siber nasional di tengah ancaman yang semakin kompleks.
Ancaman tersebut tidak hanya berupa serangan terhadap sistem, tetapi juga dapat mencakup kebocoran data dan serangan terhadap infrastruktur informasi penting. Karena itu, kemampuan melakukan investigasi, mempertahankan sistem, hingga merespons insiden menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan.
Bagi peserta, Rise The Ranger 2 menjadi ruang untuk menguji kemampuan tersebut secara kompetitif. Sementara bagi TNI, ajang ini sekaligus membuka kesempatan untuk menemukan talenta-talenta baru yang berpotensi memperkuat pertahanan siber nasional.
Dengan 534 tim, rekor MURI, hadiah ratusan juta rupiah, hingga peluang mendapatkan Golden Ticket menjadi prajurit, Rise The Ranger 2 akhirnya tidak hanya menjadi kompetisi teknologi. Ajang ini juga menjadi salah satu cara mempertemukan talenta digital dengan kebutuhan pertahanan Indonesia di ruang siber.










