Kabar5News – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Italia menuju Indonesia, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kini semakin dekat dengan perairan Nusantara. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia tersebut dijadwalkan memasuki perairan Indonesia pada 17 September 2026.
Kedatangannya pun tidak dibiarkan berlangsung tanpa pengamanan. TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan skema pengawalan khusus untuk mendampingi perjalanan Garibaldi ketika memasuki jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Dilansir dari Indonesia Defense, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan Garibaldi telah bertolak dari Colombo, Sri Lanka, pada Sabtu, 12 September 2026, setelah menyelesaikan pengisian ulang logistik dan perbekalan.
“Saat ini Garibaldi sudah tolak berlayar dari Sri Lanka menuju Indonesia dan apabila tidak ada kendala akan tiba di Perairan Indonesia pada 17 September 2026,” kata Tunggul dikutip dari Indonesia Defense Magazine, Senin (14/9).
Dalam perjalanan menuju Indonesia, Garibaldi sebelumnya telah singgah di sejumlah pelabuhan. Kapal tersebut bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan sempat melintasi sejumlah kawasan penting sebelum mencapai Colombo, Sri Lanka.
Setelah keluar dari Sri Lanka, perjalanan Garibaldi kini memasuki tahap akhir menuju Indonesia. Begitu mencapai perairan nasional, TNI AL akan menempatkan kapal perang untuk mendampingi pergerakannya.
“Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I,” ujar Tunggul.
Pengawalan tersebut bukan sekadar penyambutan. ALKI I merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang melintasi wilayah Indonesia. Jalur ini menghubungkan perairan Laut Natuna dan Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda hingga Samudra Hindia.
Karena itu, kehadiran kapal perang berukuran besar seperti Garibaldi membutuhkan koordinasi pelayaran dan pengamanan yang matang. Fregat TNI AL nantinya akan mendampingi kapal tersebut ketika memasuki koridor ALKI I untuk membantu memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.
Kedatangan Garibaldi juga memiliki konteks berbeda dibandingkan kunjungan kapal perang asing biasa. Kapal tersebut merupakan bagian dari penguatan kemampuan maritim Indonesia setelah proses pengalihan dari Italia.
Sebelumnya, TNI AL juga telah menyiapkan sejumlah unsur untuk menyambut kedatangan Garibaldi, termasuk kapal pengawal dan unsur udara. Kapal tersebut direncanakan tiba di Indonesia sebelum rangkaian agenda besar TNI pada Oktober mendatang.
Menariknya, Garibaldi nantinya tidak hanya diproyeksikan sebagai kapal perang. Pemerintah juga merencanakan pemanfaatannya sebagai platform untuk mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
TNI AL menyebut kapal tersebut direncanakan dapat digunakan sebagai pangkalan bagi helikopter dan drone. Dengan kemampuan membawa helikopter kelas menengah, Garibaldi diharapkan dapat membantu mempercepat pengerahan armada udara menuju lokasi kebakaran.
Sementara itu, soal nama baru kapal tersebut, TNI AL masih menunggu penyelesaian proses administrasi. Sebelumnya beredar informasi mengenai perubahan nama dari Garibaldi menjadi KRI Gadjah Mada dan kemungkinan nama lainnya. Namun, TNI AL menegaskan penamaan resmi masih menunggu proses akhir dan akan diumumkan melalui upacara shipnaming.
“Untuk penamaan masih menunggu proses pengajuan administrasi dan akan diresmikan sewaktu shipnaming nanti,” tutur Tunggul.
Dengan jadwal kedatangan yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada bagaimana TNI AL mengawal Garibaldi memasuki perairan Indonesia. Kapal induk tersebut akan melewati salah satu jalur laut paling strategis di Nusantara sebelum melanjutkan agenda berikutnya di Tanah Air.
Bagi Indonesia, kedatangan Garibaldi bukan hanya tentang hadirnya sebuah kapal berukuran besar. Perjalanan kapal tersebut menjadi bagian dari babak baru dalam penguatan kemampuan maritim sekaligus membuka peluang pemanfaatan kapal untuk berbagai kebutuhan, termasuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Kini, setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Italia dan singgah di sejumlah pelabuhan, ITS Giuseppe Garibaldi tinggal menunggu beberapa hari untuk memasuki perairan Indonesia.
TNI AL pun telah bersiap menyambutnya di ALKI I.










