Kabar5News – Setiap 10 September, TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperingati hari jadinya. Tanggal ini merujuk pada pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada 10 September 1945, yang menjadi cikal bakal kekuatan laut Indonesia.
Dilansir dari laman resmi TNI AL, BKR Laut dibentuk tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan. Para pemuda pelaut mengambil peran dalam mengorganisasi kekuatan maritim untuk menjaga keamanan pantai, pelabuhan, dan wilayah perairan Indonesia.
Dari BKR Laut Menjadi ALRI
BKR Laut kemudian mengalami beberapa perubahan mengikuti perkembangan organisasi pertahanan Indonesia. Setelah pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), BKR Laut berubah menjadi TKR Laut pada November 1945, kemudian menjadi TRI Laut pada Januari 1946.
Pada Februari 1946, organisasi tersebut berubah menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Di tengah revolusi mempertahankan kemerdekaan, ALRI menjalankan berbagai tugas, mulai dari pengamanan perairan hingga pengangkutan pasukan dan logistik.
Keterbatasan kapal, persenjataan, dan fasilitas tidak menghentikan perjuangan para personelnya. Laut menjadi jalur penting untuk menghubungkan berbagai wilayah Indonesia sekaligus menjadi medan pertahanan menghadapi kekuatan Belanda.
Peristiwa Pertempuran Laut Aru
Salah satu peristiwa paling dikenang dalam sejarah ALRI terjadi pada 15 Januari 1962 dalam Pertempuran Laut Aru.
Pertempuran ini berlangsung dalam rangka Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat. Tiga kapal cepat torpedo ALRI, yakni RI Matjan Tutul, RI Matjan Kumbang, dan RI Harimau, berhadapan dengan kekuatan laut Belanda di Laut Arafuru.
Dalam pertempuran tersebut, Komodor Yos Sudarso berada di atas RI Matjan Tutul. Kapal itu akhirnya tenggelam dan Yos Sudarso bersama sejumlah awak gugur dalam pertempuran.
Peristiwa tersebut kemudian dikenang melalui Hari Dharma Samudera sebagai simbol pengorbanan prajurit laut dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Operasi Trikora, Dwikora, dan Modernisasi
Pertempuran Laut Aru menjadi bagian dari rangkaian Operasi Trikora. Pada periode berikutnya, ALRI juga terlibat dalam Operasi Dwikora.
Memasuki dekade 1960-an, kekuatan ALRI berkembang pesat. Indonesia mulai memperkuat armada dengan berbagai alutsista modern, termasuk kapal penjelajah RI Irian, kapal selam kelas Whiskey, kapal perusak, kapal cepat berpeluru kendali, hingga pesawat udara.
Modernisasi tersebut membuat ALRI memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dibandingkan masa awal kemerdekaan.
Dari ALRI Menjadi TNI AL
Seiring perkembangan organisasi pertahanan Indonesia, ALRI kemudian menjadi bagian dari sistem militer nasional yang lebih terintegrasi dan akhirnya dikenal sebagai TNI Angkatan Laut.
Meski nama dan struktur organisasinya mengalami perubahan, akar sejarahnya tetap berasal dari BKR Laut yang dibentuk pada 10 September 1945.
Karena itu, 10 September ditetapkan sebagai hari jadi TNI AL.
Pada 10 September 2026, TNI AL memperingati HUT ke-81. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang kekuatan laut Indonesia sekaligus melihat kembali tantangan pertahanan maritim di masa kini.
Menjaga Negara Bahari
Lebih dari delapan dekade setelah BKR Laut berdiri, tugas TNI AL terus berkembang. Selain menjaga kedaulatan wilayah laut, TNI AL juga menjalankan berbagai operasi keamanan, kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, serta tugas lainnya.
Sejarah BKR Laut, perjuangan ALRI, hingga pengorbanan Yos Sudarso di Laut Aru menunjukkan bahwa kekuatan laut Indonesia dibangun melalui proses panjang.
Setiap 10 September menjadi pengingat bahwa TNI AL lahir dari perjuangan para pelaut dan pejuang bahari yang sejak awal kemerdekaan berusaha menjaga Indonesia sebagai negara kepulauan.












