Kabar5News – Saat cuaca panas, segelas minuman dingin sering menjadi pilihan pertama untuk mengusir haus. Es kopi, teh manis, minuman bersoda, hingga minuman energi terasa lebih menyegarkan, terutama setelah beraktivitas di bawah terik matahari.
Namun, rasa segar belum tentu berarti tubuh mendapatkan cairan yang dibutuhkan.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K mengingatkan bahwa minuman berkafein dan minuman tinggi gula tidak dapat menggantikan kebutuhan air putih untuk menjaga hidrasi, terutama ketika cuaca panas. Bahkan, keduanya dapat meningkatkan risiko dehidrasi dalam kondisi tertentu.
Hal ini berkaitan dengan cara tubuh kehilangan cairan ketika suhu lingkungan meningkat. Saat panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk membantu menurunkan suhu. Udara yang kering juga dapat mempercepat penguapan cairan melalui kulit dan pernapasan.
Menariknya, ada beberapa fakta di balik kebiasaan minum yang selama ini dianggap dapat membantu mengatasi rasa haus.
Kopi dan Teh Pekat Tidak Sama dengan Air Putih
Kafein yang terdapat dalam kopi dan teh memiliki efek diuretik ringan. Artinya, kafein dapat merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urine.
Bukan berarti setiap kali minum kopi tubuh langsung mengalami dehidrasi. Namun, ketika seseorang berada dalam kondisi panas dan membutuhkan banyak cairan, minuman berkafein tidak seharusnya dijadikan pengganti utama air putih.
Terlebih jika kopi atau teh dikonsumsi dalam bentuk minuman dengan tambahan gula yang cukup tinggi.
Minuman Manis Bisa Membuat Haus Datang Lagi
Fakta menarik lainnya datang dari minuman tinggi gula.
Menurut Putri, kadar gula yang tinggi dapat menarik cairan ke saluran pencernaan sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk memproses gula tersebut. Kondisi ini dapat membuat rasa haus kembali lebih cepat.
Itulah sebabnya minuman manis mungkin terasa menyegarkan ketika diminum dalam kondisi panas, tetapi bukan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Kementerian Kesehatan juga memasukkan minuman manis sebagai salah satu jenis minuman yang sebaiknya dihindari ketika menghadapi cuaca panas.
Minuman Energi Bisa Memberi “Beban Ganda”
Minuman energi juga perlu mendapat perhatian.
Jenis minuman ini umumnya mengandung kombinasi kafein dan gula. Menurut Putri, kombinasi tersebut dapat memberikan beban tambahan pada kerja jantung dan ginjal ketika tubuh berada dalam kondisi panas.
Karena itu, minuman energi sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti air putih ketika tubuh sedang kehilangan banyak cairan akibat cuaca panas.
Jangan Tunggu Haus Baru Minum
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah baru minum ketika rasa haus sudah muncul.
Padahal, Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan dan tidak menunggu haus ketika menghadapi cuaca panas.
Putri juga menyarankan membawa botol minum atau tumbler sendiri dan menyiapkan target sekitar 2 hingga 2,5 liter cairan per hari, dengan kebutuhan yang dapat bertambah ketika seseorang melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari.
Kebutuhan setiap orang tentu dapat berbeda, terutama berdasarkan aktivitas, kondisi tubuh, lingkungan, dan kondisi kesehatan.
Buah dan Sayuran Juga Bisa Membantu
Menjaga hidrasi ternyata tidak hanya dilakukan dengan minum air.
Asupan dari makanan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan. Buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk, serta sayuran seperti timun dan selada dapat menjadi pilihan. Sup dengan kuah bening juga dapat membantu menambah asupan cairan dan mineral.
Namun, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.
Tubuh Punya Tanda Saat Mulai Kekurangan Cairan
Dehidrasi akibat cuaca panas tidak selalu langsung terasa berat.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain keringat berlebih, pusing, mual, kram, jantung berdebar, hingga urine yang menjadi lebih sedikit dan berwarna kuning pekat. Kementerian Kesehatan menyarankan untuk segera mendinginkan tubuh dan memperbanyak minum ketika gejala tersebut muncul. Jika keluhan berlanjut, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan diperlukan.
Jadi, ketika cuaca sedang panas dan rasa haus datang, memilih minuman bukan hanya soal mana yang terasa paling menyegarkan.
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi, sementara konsumsi minuman berkafein, tinggi gula, dan minuman energi perlu diperhatikan, terutama ketika tubuh sedang banyak kehilangan cairan.












