Kabar5News – Kesempatan menuju Barcelona menjadi pengalaman baru bagi Ibra setelah dirinya terpilih dalam Barca Academy Camps Jakarta 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, pada Juni–Juli 2026.
Namun, perjalanan tersebut bukan sekadar tentang keberangkatan ke luar negeri. Ibra juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat pendekatan pembinaan yang menjadi bagian dari identitas sepak bola FC Barcelona.
Berawal dari Kamp di Sentul
Barca Academy Camps Jakarta 2026 digelar dalam dua kelompok, yakni 22–26 Juni dan 29 Juni–3 Juli 2026 di Sentul City. Program tersebut ditujukan bagi pesepak bola muda usia 8–18 tahun dan menggunakan pendekatan latihan yang mengacu pada metodologi FC Barcelona.
Selama mengikuti kamp, peserta mendapatkan sesi latihan teknik dan taktik serta pembelajaran mengenai metodologi Barça. Program tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan pelatih.
Iwan Ardiawan, orang tua Ibra, mengatakan proses pemilihan pemain dilakukan berdasarkan pengamatan dan evaluasi tim pelatih selama sesi latihan berlangsung.
“Dari ratusan peserta, pelatih dari Barca melakukan penilaian langsung di lapangan. Alhamdulillah, Ibra jadi salah satu anak yang dilirik dan terpilih,” ujar Iwan dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Bukan Hanya Soal Kemampuan Mengolah Bola
Ada hal lain yang menarik dari sistem pembinaan Barça. FC Barcelona menjelaskan bahwa Barça Academy tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan sebagai pesepak bola, tetapi juga membentuk pemain secara menyeluruh sebagai individu.
Metodologi tersebut menekankan permainan yang proaktif, kolektif, dan kreatif. Nilai seperti rasa hormat, kerja keras, ambisi, kerja sama tim, dan kerendahan hati juga menjadi bagian dari proses pembinaan.
Dengan pendekatan tersebut, pemain muda tidak hanya dituntut mampu menjalankan teknik dasar, tetapi juga memahami permainan dan mengambil keputusan dalam situasi pertandingan.
Pengambilan Keputusan Jadi Bagian Penting
Metode latihan Barça juga memberikan perhatian terhadap kemampuan pemain dalam membaca situasi permainan. Salah satu materi yang ditekankan dalam metodologinya adalah penguasaan bola, permainan kolektif, bermain dengan inisiatif, serta pengambilan keputusan.
Pendekatan ini membuat pemain ditempatkan sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga belajar memahami situasi dan menentukan pilihan ketika berada di lapangan.
Bagi pemain muda seperti Ibra, pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pendekatan tersebut diterapkan dalam lingkungan sepak bola yang berbeda.
Dari Pengalaman di Indonesia ke Lingkungan Sepak Bola Spanyol
Perjalanan Ibra ke Barcelona berawal dari kesempatan yang didapatnya di Indonesia. Setelah bersaing dalam program pembinaan di Sentul, ia kini memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman latihan di lingkungan FC Barcelona.
Barca Academy sendiri merupakan program resmi FC Barcelona yang telah dikembangkan secara internasional. Program tersebut bertujuan membawa metodologi dan nilai-nilai pembinaan klub kepada pemain muda di berbagai negara.
Karena itu, keberangkatan Ibra dapat menjadi bagian dari proses memperluas pengalaman sepak bolanya sejak usia muda. Ia tidak hanya membawa pengalaman dari lapangan di Indonesia, tetapi juga akan berhadapan dengan lingkungan latihan dan pendekatan pembinaan yang berbeda.
Bagi Ibra, kesempatan tersebut menjadi langkah untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Sementara bagi talenta muda lainnya, kisahnya menunjukkan bahwa program pembinaan dapat menjadi salah satu ruang untuk membuka pengalaman sepak bola hingga ke tingkat internasional.










