Kabar5News – Bagi sebagian orang, suasana kamar yang sunyi justru membuat pikiran semakin ramai menjelang tidur. Berbagai kekhawatiran tentang pekerjaan, hubungan, atau aktivitas esok hari bisa muncul ketika tubuh mulai beristirahat. Salah satu cara yang dipilih untuk mengatasinya adalah mendengarkan podcast hingga tertidur.
Kebiasaan ini bukan sekadar mencari hiburan. Suara seseorang yang berbicara dengan tenang dapat menjadi pengalih perhatian dari pikiran yang mengganggu. Namun, apakah mendengarkan podcast saat tidur benar-benar aman bagi otak?
Mengutip laporan CNN Indonesia pada 28 Oktober 2026, psikolog dan penulis buku Navigating Sleeplessness, Lindsay Browning, menjelaskan bahwa podcast dapat membantu sebagian orang mengalihkan perhatian dari pikiran yang membuat mereka sulit tidur. Meski demikian, efeknya bergantung pada karakter konten dan respons masing-masing pendengar.
Suara Bisa Membantu Pikiran Lebih Tenang
Salah satu fakta menarik dari kebiasaan ini adalah suara dapat berfungsi sebagai pengalih perhatian. Ketika seseorang terus memikirkan masalah menjelang tidur, mendengarkan obrolan ringan atau cerita yang menenangkan bisa membantu mengurangi fokus pada kekhawatiran tersebut.
Podcast dengan tempo bicara lambat dan topik santai dapat menciptakan suasana yang terasa nyaman. Bagi sebagian orang, hal ini membantu proses transisi dari aktivitas sehari-hari menuju waktu istirahat.
Namun, manfaat tersebut tidak berlaku bagi semua orang. Podcast dengan cerita menegangkan, perdebatan, atau pembahasan yang memancing emosi justru bisa membuat pikiran semakin aktif.
Otak Tidak Langsung Berhenti Merespons Suara
Meski mata sudah terpejam, otak tidak serta-merta berhenti merespons lingkungan. Suara yang berubah mendadak, volume yang terlalu keras, atau iklan dengan tingkat suara berbeda dapat mengganggu tidur sebagian orang.
Konten yang terlalu menarik juga berpotensi membuat pendengar menunda waktu tidur karena ingin mengetahui kelanjutan ceritanya. Akibatnya, podcast yang awalnya dimaksudkan sebagai pengantar tidur justru mengurangi waktu istirahat.
Jika audio terus diputar sepanjang malam, suara yang berulang atau perubahan volume juga dapat menjadi gangguan. Karena itu, penting memperhatikan apakah kebiasaan tersebut benar-benar membantu tidur atau malah membuat tubuh kurang beristirahat.
Pilih Konten dan Atur Waktu Pemutaran
Bagi yang merasa terbantu, podcast dengan cerita ringan, suara lembut, atau pembahasan yang tidak terlalu menuntut konsentrasi dapat menjadi pilihan. Penggunaan fitur sleep timer juga bisa membantu menghentikan audio secara otomatis setelah durasi tertentu.
Sebaliknya, konten yang memicu kecemasan atau membuat pendengar terus berpikir sebaiknya dihindari menjelang tidur. Volume suara juga perlu dijaga agar tidak terlalu keras.
Jika seseorang merasa tidak bisa tidur tanpa podcast, kebiasaan tersebut dapat dievaluasi dengan mencoba sesekali tidur dalam suasana yang lebih tenang.
Pada akhirnya, mendengarkan podcast sebelum tidur tidak otomatis berbahaya bagi otak. Hal terpenting adalah memastikan kebiasaan itu tidak mengurangi durasi dan kualitas istirahat. Jika kesulitan tidur terus berlangsung hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebabnya.











