Kabar5News – Kabut asap dapat meningkatkan paparan partikel polusi yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan. Salah satu langkah untuk mengurangi paparan tersebut adalah menggunakan masker yang sesuai. Namun, penggunaannya tidak cukup hanya dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kondisi masker juga perlu diperhatikan untuk memastikan perlindungannya tetap optimal.
Lantas, kapan masker harus diganti saat kabut asap? Jawabannya bergantung pada jenis masker, kondisi selama digunakan, serta petunjuk dari produsen. Tidak semua masker memiliki batas waktu pemakaian yang sama.
Kenali Tanda Masker Perlu Diganti
Salah satu tanda masker perlu diganti adalah ketika kondisinya basah, kotor, robek, atau berubah bentuk. Masker yang sudah tidak dapat menutup hidung dan mulut dengan baik juga perlu diganti karena celah di sekitar wajah memungkinkan udara masuk tanpa tersaring secara optimal.
Pada respirator seperti N95, tali pengikat yang melar atau kerusakan pada bagian masker dapat mengganggu kerapatannya. Karena itu, pengguna perlu memeriksa kondisi masker sebelum dan selama pemakaian.
Masker yang baru digunakan dalam waktu singkat pun belum tentu layak dipakai kembali jika sudah rusak atau tidak lagi menempel rapat. Sebaliknya, durasi pemakaian saja tidak cukup untuk menentukan kelayakan masker tanpa mempertimbangkan jenis dan kondisinya.
Masker N95 Tidak Boleh Dicuci Sembarangan
Respirator N95 dapat membantu menyaring partikel udara jika digunakan dengan benar dan menempel rapat di wajah. Namun, jenis respirator sekali pakai tidak boleh dicuci atau dipanaskan untuk kemudian digunakan kembali karena tindakan tersebut dapat merusak kemampuan penyaringannya.
Pengguna juga perlu mengikuti petunjuk produsen mengenai pemakaian dan penggantian masker. Jika respirator sulit bernapas saat digunakan, mengalami kerusakan, atau tidak lagi dapat terpasang rapat, segera ganti dengan respirator yang layak.
Selain itu, rambut wajah pada area yang bersentuhan dengan tepi respirator dapat mengganggu kerapatan. Karena itu, pemasangan yang tepat menjadi bagian penting dari perlindungan.
Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Penggunaan masker bukan satu-satunya cara mengurangi risiko akibat kabut asap. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat yang meningkatkan frekuensi pernapasan.
Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang dengan benar. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan jantung atau paru-paru, perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi.
Apabila muncul keluhan seperti sesak napas, batuk yang memburuk, atau nyeri dada, segera cari pertolongan medis sesuai tingkat keparahan gejala.
Pada akhirnya, mengetahui kapan masker perlu diganti merupakan bagian penting dari upaya melindungi diri saat kabut asap. Perhatikan kondisi fisik masker, pastikan pemasangannya rapat, dan ikuti petunjuk penggunaan. Perlindungan juga perlu disertai upaya mengurangi paparan polusi, terutama ketika kualitas udara sedang tidak sehat.











