Kabar5News – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini merepresentasikan visi besar bangsa yang diperjuangkan bersama oleh para pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, menjelaskan, tema tersebut yang sarat makna dan semangat kebangsaan.
Iya menjelaskan, rasa “Bersatu Berdaulat” mencerminkan semangat persatuan dan karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, kalimat “Rakyat Sejahtera” merupakan refleksi dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program prioritas, termasuk 8 Asta Cita 17 Program Prioritas Nasional dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat.
Salah satu upayanya diwujudkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak serta Sekolah Rakyat guna menjamin akses pendidikan bagi semua anak bangsa.
“Dengan bekal gizi dan pendidikan yang layak, diharapkan anak-anak Indonesia memiliki fondasi untuk kehidupan yang lebih sejahtera,” ujar Ryno dalam keterangan resminya dikutip, Kamis (31/07/25).
Pria yang akrab disapa Ryno ini mengatakan, bagian tema “Indonesia Maju” melambangkan cita-cita kolektif menuju negara yang berdaya saing tinggi, dengan pembangunan infrastruktur yang merata serta terwujudnya visi besar Indonesia Emas.
Menurut Ryno, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung dampak positif dari pembangunan ini melalui meningkatnya kesempatan, pemerataan akses pendidikan, dan tumbuhnya rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.
Lebih lanjut, ungkap Ryno, makna persatuan juga tercermin dalam desain logo HUT ke-80 RI yang terdiri dari tiga elemen utama yang mewakili arah perjalanan bangsa, yakni:
1. Bentuk Inti yang Sama
Melambangkan persatuan sebagai fondasi kedaulatan. Bentuk ini menjadi penyeimbang dinamika, menciptakan stabilitas visual, serta memperkuat keterhubungan antar elemen bangsa.
2. Garis Manifestasi
Digambarkan dengan garis putih melingkar membentuk siluet angka 80, sebagai simbol gerak berkelanjutan dalam perjalanan kolektif menuju masyarakat yang adil, setara, dan bermartabat.
“Ini adalah representasi nyata dari aspirasi kesejahteraan rakyat,” jelas Ryno.
3. Bentuk Utuh
Menunjukkan keterpaduan seluruh elemen yang membentuk kesatuan logo secara menyeluruh. Ini merefleksikan Indonesia sebagai bangsa progresif yang terhubung dan terus bergerak maju.
“Simbol ini menjadi doa akan sinergi seluruh komponen bangsa untuk mendorong kemajuan yang merata ke seluruh penjuru negeri,” tambahnya.
Tak hanya dalam simbol, semangat persatuan juga diimplementasikan dalam bentuk keterbukaan informasi, kejelasan arah kebijakan, serta pembangunan kepercayaan publik sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Di era digital saat ini, Ryno menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian (DFK) yang bisa mengancam persatuan bangsa.
“Kami dari PCO berharap pada usia ke-80 tahun kemerdekaan ini, masyarakat Indonesia semakin cermat, kritis, dan berdaya menghadapi tantangan informasi di era digital,” tutur Ryno.
Untuk pelaksanaan perayaan HUT ke-80 RI, seluruh elemen bangsa diajak untuk turut berpartisipasi. Acara ini dirancang sebagai momen kebangsaan yang inklusif dan partisipatif, melibatkan unsur pemerintah, swasta, komunitas, hingga masyarakat umum.
Logo HUT ke-80 RI sendiri lahir dari semangat kebersamaan “Dimiliki Bersama, Dirayakan Bersama”. Logo ini menjadi lambang kebanggaan kolektif dan penggerak semangat menuju Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan maju.
Ryno melanjutkan, logo tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Panitia Nasional HUT ke-80 RI yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).
Dari 245 karya terbaik, logo rancangan Bram Patria Yoshugi terpilih sebagai yang paling merepresentasikan makna mendalam tema HUT ke-80.
“Bahkan Presiden Prabowo turun langsung dalam proses pemilihannya,” tutup Ryno.