Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pendidikan Indonesia dengan membentuk sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Sekolah ini nantinya akan menggabungkan jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK dalam satu kawasan pendidikan terpadu yang berfokus pada pengembangan keterampilan vokasional.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (5/11/2025), kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Konsep sekolah terintegrasi ini tak hanya berfokus pada pendidikan akademik, melainkan juga pendidikan vokasi yakni pendidikan yang menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia kerja.
Apa Itu Pendidikan Vokasi?
Pendidikan vokasi merupakan sistem pendidikan yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis dan terapan, bukan semata teori. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia industri, usaha, dan profesi tertentu.
Berbeda dari pendidikan akademik yang menitikberatkan pada riset dan teori, pendidikan vokasi lebih banyak menerapkan pembelajaran berbasis praktik “Learning by Doing” di lapangan, magang industri, dan proyek nyata. Kurikulumnya disusun agar relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan teknologi terkini.
Tujuan Pendidikan Vokasi
- Menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang kompeten di bidangnya.
- Meningkatkan produktivitas industri nasional melalui SDM terampil.
- Mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
- Mendukung inovasi dan kemandirian ekonomi lokal dengan menciptakan wirausahawan muda.
Ciri-Ciri Pendidikan Vokasi
- Lebih banyak praktik daripada teori (sekitar 60–70% praktik).
- Adanya program magang industri dan kerja sama dengan dunia usaha.
- Kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan pasar tenaga kerja.
- Fokus pada penguasaan keterampilan teknis tertentu (otomotif, pariwisata, teknologi, dll).
- Lulusan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bukti keahlian profesional.
Jenjang dan Contoh Lembaga Pendidikan Vokasi
- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) – setara SMA, fokus pada keahlian teknis.
- Akademi dan Politeknik – setara perguruan tinggi diploma (D1–D4).
- Akademi Komunitas – pendidikan vokasi berbasis kebutuhan daerah atau industri lokal.
Contoh bidang vokasi: teknik mesin, tata boga, perhotelan, desain grafis, teknologi informasi, hingga keperawatan.
Peran Pendidikan Vokasi dalam Pembangunan Nasional
Pemerintah menempatkan pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi utama pembangunan ekonomi. Melalui program seperti revitalisasi SMK, penguatan politeknik, dan pembentukan sekolah terintegrasi di tiap kecamatan (sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto), sistem ini diharapkan mampu mencetak lulusan siap kerja dan siap bersaing di tingkat global.
Pendidikan vokasi kini bukan hanya jalur alternatif, melainkan kunci strategis menuju bonus demografi yang produktif. Dengan dukungan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, pemerintah berharap generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan keterampilan yang relevan, kreatif, dan berdaya saing tinggi.












