Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Presiden sekaligus menandatangani tiga produk hukum yang berperan penting dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investasi strategis nasional.
Ketiga produk hukum secara langsung ditandatangani oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.
Ketiga Produk Hukum Tersebut, yaitu :
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
2. Selain itu, Presiden juga menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
3. Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara Indonesia.
Penandatanganan ketiga produk hukum ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola BUMN, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan investasi nasional.

“Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional diharapkan mengoptimalkan pengelolaan aset negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi”, ucap Prabowo dengan awak media.
Badan ini disebut akan mengelola aset BUMN senilai US$ 900 Miliar dengan kurs 1 Dollar kini 16.435, jika di rupiahkan totalnya sebesar 14.791 Triliun.
Danantara akan mengelola tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total aset mencapai sekitar 14.791 Triliun.
Daftar BUMN yang Asetnya Dikelola Oleh Danantara :
1. PT. Bank Mandiri, memiliki total aset sekitar Rp. 2.427 Triliun per Desember 2024.
2. PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), Memiliki aset sekitar Rp. 1.992,98 Triliun per Desember 2024.
3. PT. Bank Nasional Indonesia (BNI), memiliki sejumlah aset Per Desember 2024, Sebesar Rp. 1.129, 8 Triliun.
4. PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), mempunyai sejumlah aset sejumlah Rp. 1691 Triliun per Desember 2024.
5. PT. Pertamina, Per Desember memiliki total aset Rp. 1.390 Triliun.
6. PT Telkom Indonesia, Mencatat laba per Desember 2024 sebesar Rp. 318 Triliun.
7. PT. Mining Industry ndonesia (MIND.ID), Total jumlah aset senilai Rp. 259 Triliun.
Peresmian Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing Indonesia di dunia Internasional.