Kabar5News – Indonesia tengah menghadapi salah satu peristiwa alam pelik yang menggetarkan seluruh rakyat.
Banjir bandang membawa serta guguran tanah coklat pekat, kayu gelondongan hingga berbagai limbah organik dan anorganik lainnya, melanda beberapa titik di wilayah Sumatera.
Derasnya arus banjir melibas apa yang dilaluinya tanpa ampun, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak.
Harta benda terhempas, anggota keluarga menghilang, akses jalan maupun listrik porak poranda.
Kejadian tersebut sebenarnya dapat diminimalkan, bahkan dihilangkan sama sekali menggunakan alat paling ampuh. Bukan berupa tanggul maupun bendungan beton raksasa.
Tetapi, menggunakan hutan dan ruang terbuka yang dipenuhi pepohonan hijau tinggi menjulang dengan batang dan akar kokoh.
5 Kekuatan Tersembunyi Hutan Asli yang Sering Dipandang Sebelah Mata
Melansir dari UNDRR Prevention Web, beberapa studi dilakukan oleh peneliti di negara Eropa, berkaitan dengan hutan hingga area pinggiran sungai yang masih dipenuhi pohon dengan kondisi gersang.
Hasilnya mencengangkan, tersimpan 5 kekuatan tersembunyi hingga banjir pun enggan menghampiri.
1. Menangkap curah hujan
Pohon merupakan sekutu terbaik manusia untuk adaptasi terhadap perubahan iklim.
Selain itu, mampu menyerap air dari daerah tangkapan air menggunakan evapotranspirasi.
Akibatnya uap air menguap dari permukaan tanah, lalu dilepaskan melalui daun dan permukaan tanah lainnya.
Dengan kata lain pepohonan dan ruang terbuka hijau memegang kendali dalam perlindungan terhadap banjir.
Saat hujan turun di hutan, pepohonan berperan penting dalam mengelola aliran air.
Kanopi hutan berperan sebagai payung raksasa, menangkap dan menahan air hujan sebelum menyentuh tanah.
Sehingga mampu memperlambat laju hujan sampai ke tanah, yang memungkinkan air meresap perlahan dalam tanah.
Air hujan tidak langsung serta merta mengalir deras ke tanah dan langsung ke sungai dan anak sungai.
2. Sungai selalu terjaga kebersihannya
Pohon yang berada di hutan mampu menjaga sungai tetap sehat dan bersih. Tanpa kehadirannya, hujan mudah menghanyutkan banyak tanah maupun polutan ke sungai.
Kalau itu sampai terjadi, akan mampu mengurangi kapasitas sungai dalam mengalirkan air.
Akar pohon sejatinya berperan sebagai jangkar, yaitu mengikat tanah pada tempatnya serta mencegahnya mengalir ke sungai.
Endingnya, sungai selalu jernih dan mampu mencegah sedimentasi, mampu mengatasi banjir dengan baik.
3. Cara kerja mirip spons dalam menyerap dan menyimpan air
Hutan yang terjaga keasliannya dengan deretan pohon lebat yang menyertainya, mampu menaikkan kemampuan tanah dalam menyerap air.
Akar bisa menembus jauh dalam tanah, menciptakan jalur aliran air tanpa cepat-cepat mengalir ke area permukaan.
Proses tersebut bisa membantu meminimalkan jumlah air yang mengalir ke sungai beserta anak sungai, saat terjadi hujan deras.
4. Membantu mengurangi limpasan permukaan
Saat hujan deras turun pada area hutan gundul, maka air mengalir secara cepat hingga mengakibatkan banjir.
Ketika hutan masih asri, pohon beserta akar dan daunnya mampu menahan laju banjir dengan membantu tanah menyerap air secara maksimal.
5. Menghentikan banjir
Penanaman pohon kembali pada area hutan yang telah di babat, punya peran penting untuk mengurangi banjir.
Manfaat lainnya mampu memperlambat aliran air dan melindungi masyarakat sekitar. Karena hutan lestari ibarat dinding pelindung kokoh terhadap banjir.












