Kabar5news
Minggu,25 Oktober , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Menilik Asal-Usul “Ngabuburit”. Dari Tradisi Tanah Pasundan Menjadi Budaya Nasional

Dahulu, tradisi ngabuburit di Jawa Barat identik dengan kegiatan religius atau permainan tradisional anak-anak

Kurt Morrison by Kurt Morrison
28 Februari 2026
in HIBURAN
0
Menilik Asal-Usul “Ngabuburit”. Dari Tradisi Tanah Pasundan Menjadi Budaya Nasional

Ilustrasi orang-orang membeli takjil. Foto: Shutterstock

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Setiap kali Ramadan, ada satu istilah yang mendadak bergema di seluruh pelosok nusantara; Ngabuburit. Dari gang-gang sempit di pinggiran kota hingga pusat perbelanjaan mewah, kata ini menjadi “mantra” bagi jutaan umat Muslim untuk menandai momen paling dinanti di bulan suci, yakni menunggu waktu berbuka puasa.

​Namun, tahukah Anda bahwa istilah yang kini masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini memiliki akar sejarah dan filosofi mendalam dari tanah Sunda?

RELATED POSTS

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Secara linguistik, ngabuburit merupakan kata turunan dari bahasa Sunda. Kata dasarnya adalah “burit”, yang berarti waktu sore hari, yakni saat matahari mulai terbenam hingga menjelang waktu Magrib.

​Dalam tata bahasa Sunda, imbuhan nga- dan pengulangan suku kata awal (reduplikasi) membentuk kata kerja yang berarti melakukan kegiatan menunggu waktu sore. Jadi, secara harfiah, ngabuburit adalah sebuah aktivitas untuk mengisi waktu atau sekadar “bersantai” sembari menanti datangnya waktu berbuka.

Transformasi Dari Pesantren ke Gaya Hidup Urban

Dahulu, tradisi ngabuburit di Jawa Barat identik dengan kegiatan religius atau permainan tradisional anak-anak. Di lingkungan pesantren, para santri biasanya mengisi waktu sore dengan mengaji, mendaras kitab kuning, atau mendengarkan ceramah singkat.

Sementara di pedesaan, anak-anak akan bermain bebeledogan (meriam bambu) atau sekadar jalan-jalan di pematang sawah.

​Seiring berjalannya waktu dan pesatnya arus urbanisasi serta pengaruh media massa di tahun 1990-an, istilah ini mulai “merantau” keluar dari Jawa Barat. Jakarta, sebagai melting pot kebudayaan, menyerap istilah ini dan mempopulerkannya melalui tayangan televisi dan radio. Kini, ngabuburit tidak lagi hanya milik orang Sunda, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.

​Saat ini, ngabuburit telah bertransformasi menjadi fenomena sosial dan ekonomi yang masif. Aktivitasnya pun kian beragam, yaitu :

  • Berburu Takjil. Ini adalah “olahraga” nasional di bulan Ramadan. Jalanan akan dipenuhi pedagang dadakan yang menjajakan kolak, gorengan, hingga beragam es buah.
  • Komunitas dan Hobi. Banyak komunitas motor, sepeda, atau fotografi yang memanfaatkan waktu sore untuk berkumpul dan menyalurkan hobi.
  • Ngabuburit Digital. Di era gadget, banyak orang memilih ngabuburit dengan menonton streaming film, bermain game online, atau sekadar scrolling di media sosial.
  • Kegiatan Sosial. Banyak pula kelompok masyarakat yang mengisi ngabuburit dengan membagikan makanan berbuka (takjil gratis) kepada pengguna jalan atau kaum duafa.

Meski identik dengan jalan-jalan dan bersenang-senang, esensi sejati dari ngabuburit adalah kebersamaan dan kesabaran. Ini adalah momen di mana masyarakat melepaskan sejenak kepenatan rutinitas pekerjaan untuk menikmati transisi waktu dengan penuh rasa syukur.

​Ngabuburit membuktikan betapa kayanya budaya Indonesia. Sebuah istilah lokal bisa menjadi pengikat identitas nasional yang melintasi batas suku dan agama.

Jadi, ke mana rencana ngabuburit Anda sore ini?

Tags: NgabuburitRamadhanRamadhan 2026Takjil
Previous Post

Cara Clipper Video Bikin Konten Cepat di TryBuzzer

Next Post

Menggoda Selera! Ini 5 Takjil Khas Banten yang Wajib Ada di Meja Buka Puasa

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

by Fajar Novryanto
20 Oktober 2026
0

Kabar5News - Perfilman Indonesia kembali mendapat perhatian di panggung internasional melalui film IBUKU karya sutradara Eddie Cahyono. Film ini meraih...

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

by Redaksi
19 Oktober 2026
0

Kabar5News - Sebuah prosa tentang Badai kembali terbit. Kali ini ditulis oleh salah satu adik seperjuangannya di kampus, yang juga...

Badai Dalam Ingatanku

Badai Dalam Ingatanku

by Redaksi
17 Oktober 2026
0

Kabar5News - Prosa ini merupakan testimoni mengenai sosok Badai yang ditulis oleh salah satu mantan aktivis 98 berinisial RS. Bersama...

Bukan Sekadar Kain Tradisional, Batik dan Tenun Indonesia Tampil di Paris

Bukan Sekadar Kain Tradisional, Batik dan Tenun Indonesia Tampil di Paris

by Fajar Novryanto
15 Oktober 2026
0

Kabar5News - Batik dan tenun Indonesia kembali menunjukkan potensinya di industri fesyen internasional. Melalui perpaduan warisan budaya dan pendekatan desain...

Mengenal Cakatinding, Warisan Musik Bambu dari Tanah Manggarai

Mengenal Cakatinding, Warisan Musik Bambu dari Tanah Manggarai

by Fajar Novryanto
13 Oktober 2026
0

Kabar5News – Indonesia memiliki beragam kesenian tradisional yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya adalah Cakatinding, musik bambu khas...

Next Post
Menggoda Selera! Ini 5 Takjil Khas Banten yang Wajib Ada di Meja Buka Puasa

Menggoda Selera! Ini 5 Takjil Khas Banten yang Wajib Ada di Meja Buka Puasa

Jangan Sampai Lupa! Ini 5 Barang Penting yang Wajib Dibawa Saat Mudik Lebaran

Jangan Sampai Lupa! Ini 5 Barang Penting yang Wajib Dibawa Saat Mudik Lebaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Khusus untuk Bantu Atasi Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Khusus untuk Bantu Atasi Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

24 Oktober 2026
Mengenal Virus Shamonda, Ditemukan pada Manusia untuk Pertama Kalinya di Prancis

Mengenal Virus Shamonda, Ditemukan pada Manusia untuk Pertama Kalinya di Prancis

24 Oktober 2026
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In