Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan harga pangan tetap stabil hingga Lebaran. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat bersama jajaran menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Presiden meminta Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk turun langsung ke lapangan guna memantau ketersediaan dan keterjangkauan harga sembilan bahan pokok (sembako). Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa tekanan lonjakan harga.
“Sembako selama puasa dan Lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,” ujar Zulkifli Hasan usai rapat.
Selain menjaga stabilitas harga, Presiden juga menginstruksikan agar stok pangan dimonitor secara ketat hingga Idulfitri. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan serta mencegah praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga di pasar.
Di sisi lain, pemerintah turut mencermati dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Presiden memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, guna membahas dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan energi dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis distribusi minyak global. Gangguan pada jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia, termasuk bagi Indonesia yang masih mengandalkan impor energi, terutama menjelang Lebaran.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan tiga tekanan utama bagi Indonesia, yakni gangguan suplai minyak, hambatan logistik, dan perlambatan sektor pariwisata.
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak pada biaya energi dan memicu tekanan inflasi domestik. Gangguan jalur pelayaran internasional juga berisiko meningkatkan biaya distribusi barang.
“Dampaknya sangat tergantung pada berapa lama konflik berlangsung. Karena itu, kita terus memonitor situasinya,” ujar Airlangga.
Pemerintah menegaskan stabilitas pangan dan energi menjadi prioritas utama menjelang Ramadan dan Lebaran. Diversifikasi sumber pasokan energi serta pengawasan distribusi bahan pokok terus diperkuat guna menjaga daya beli masyarakat.
Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah optimistis harga pangan dapat tetap terkendali hingga Idulfitri, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.












