Kabar5news – Tak disangka-sangka, makanan yang difavoritkan masyarakat Indonesia, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein hewani yang selama ini dianggap sehat ternyata dapat menjadi sarang penyakit akibat terkontaminasi mikroplastik.
Seperti yang diketahui bersama, mikroplastik merupakan jenis partikel plastik berukuran sangat kecil dan tak kasat mata. Partikel ini dapat masuk ke tubuh karena tak sengaja tertelan atau terhirup.
Mikroplastik sangat berbahaya karena dapat masuk ke tubuh melalui makanan, air, dan udara. Alhasil, dapat menyebabkan gangguan metabolisme, gangguan imun, dan terparah berpotensi risiko kanker.
Sayuran, buah, serta daging yang dibeli di minimarket modern, dimana higienis jadi hal utama, belum tentu jadi jaminan bisa terbebas dari mikroplastik.
Apalagi buah dan sayuran yang dibeli tidak dikemas dengan baik menggunakan teknologi pengemasan modern seperti vacuum packaging dan modified atmosphere packaging (MAP) yang membantu menjaga kesegaran makanan lebih lama dan mencegah kontaminasi.
Bagaimana Mikroplastik bisa Menyusup ke Dalam Bumi?
Dikutip dari berbagai sumber, polusi plastik adalah salah salah satu warisan dari cara hidup modern kita, tetapi polusi itu kini begitu luas sampai ke buah-buahan dan sayuran ketika tumbuh.
Polusi plastik telah ditemukan di pantai-pantai terpencil, pulau-pulau tak berpenghuni dan terlihat dalam sampel air laut di seluruh bumi.
Sebuah studi bahkan menunjukan dan memperkirakan, ada sekitar 24,4 triliun fragmen mikroplastik di perairan dangkal samudra-samudra.
Mereka menyebar luas di tanah, bahkan bisa berakhir di makanan yang kita makan sehari-hari. Tanpa disadari, kita mengonsumsi serpihan kecil plastik di hampir setiap gigitan.
Mikroplastik pada sayuran dan buah berasal dari pencemaran lingkungan darat dan air, dimana partikel plastik berukuran mikroskopis tersebut terserap oleh tanaman melalui akar yang menempel pada permukaan.

Perairan di Indonesia Terkontaminasi Mikroplastik
Kontaminasi mikroplastik di perairan Indonesia tidak hanya menjadi isu lingkungan nasional, tetapi juga global. Indonesia menempati posisi kedua setelah Tiongkok sebagai negara dengan tingkat kontaminasi mikroplastik tertinggi.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof Etty Riani, Guru Besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, mengungkapkan bahwa hampir seluruh perairan di Indonesia sudah terkontaminasi mikroplastik, bahkan nanoplastik.
Sayuran dan Buah Mengandung Mikroplastik Tertinggi di Indonesia
Berdasarkan Environmental Research, para peneliti mengamati lebih dari 12 protein yang umum di konsumsi termasuk daging sapi, udang yang dilapisi tepung roti dan jenis udang lainnya.
Ada dada ayam dan nuget, daging babi, makanan laut, dan tahun. Peneliti juga mengamati beberapa alternatif daging nabati, seperti nugget, remah-remah nabati yang mirip dengan daging sapi giling, dan stik ikan nabati.
Studi yang dilakukan pada Agustus 2020 dan berhasil dipublikasikan di Environmental Science pada Februari 2024 yang lalu, menemukan terdapat sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur.
Selanjutnya, ditemukan fakta apel dan wortel, merupakan buah dan sayur yang paling terkontaminasi dengan lebih dari 100.000 mikroplastik per gram.
Sementara partikel mikroplastik terbesar ditemukan di selada.










