Kabar5News – Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia memiliki cara yang beragam dalam menyambut malam Lailatul Qadar yang dipercaya sebagai malam penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini biasanya dicari pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan doa.
Di Indonesia, momen tersebut tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga diramaikan dengan berbagai tradisi khas yang berkembang di masyarakat. Tradisi-tradisi ini menjadi bagian dari cara umat Muslim memperkuat keimanan sekaligus menjaga nilai kebersamaan selama bulan suci.
Berikut beberapa tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut malam Lailatul Qadar di berbagai daerah.
1. Tradisi Meugang di Aceh
Di Provinsi Aceh, masyarakat dikenal memiliki tradisi meugang yang biasanya dilakukan menjelang hari-hari penting dalam Islam, termasuk menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam tradisi ini, masyarakat memasak dan menyantap hidangan bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur.
Selain itu, masyarakat juga menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta i’tikaf sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari malam Lailatul Qadar.
2. Tradisi Maleman di Jawa
Di Pulau Jawa, sejumlah daerah mengenal tradisi maleman, yaitu kegiatan ibadah bersama yang dilakukan pada malam-malam ganjil di penghujung Ramadan. Tradisi ini biasanya diisi dengan pengajian, doa bersama, serta kegiatan ibadah lainnya di masjid atau musala.
Selain beribadah, masyarakat juga kerap berbagi makanan sederhana sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah suasana Ramadan.
3. I’tikaf dan Tadarus di Sumatera Barat
Di wilayah Sumatera Barat, masyarakat juga memiliki tradisi memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Masjid-masjid biasanya dipenuhi jamaah yang melaksanakan i’tikaf, membaca Al-Qur’an, serta mengikuti kajian keagamaan hingga menjelang waktu sahur.
Tradisi ini menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial.
4. Tradisi Menghidupkan Masjid di Kalimantan
Di beberapa daerah di Kalimantan, masyarakat juga menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, zikir bersama, hingga kajian agama menjadi aktivitas yang sering dilakukan hingga larut malam.
Kebiasaan ini menunjukkan semangat masyarakat dalam menyambut malam Lailatul Qadar dengan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan.
5. Tradisi Menyalakan Lampu dan Obor
Di sejumlah daerah di Indonesia, masyarakat juga memiliki tradisi menyalakan lampu atau obor di sekitar rumah dan masjid. Tradisi ini menjadi simbol penerangan sekaligus harapan datangnya malam penuh keberkahan.
Kegiatan tersebut biasanya dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari warisan budaya yang tetap terjaga hingga kini.
Beragam tradisi tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kearifan lokal dalam menyambut malam Lailatul Qadar. Selain memperkuat spiritualitas, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat selama bulan Ramadan.












