Kabar5news
Jumat,14 Agustus , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Apakah Oversharing Berkaitan dengan Self-Esteem? Ini Penjelasan Psikologisnya

Dalam psikologi, kebiasaan membagikan kehidupan pribadi di media sosial tidak selalu berarti mencari perhatian. Namun, pada kondisi tertentu, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang nilai dirinya.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
30 Juli 2026
in GAYA HIDUP
0
Apakah Oversharing Berkaitan dengan Self-Esteem? Ini Penjelasan Psikologisnya

Ilustrasi pengguna media sosial yang tengah memeriksa ponsel, menggambarkan hubungan antara self-esteem dan kebutuhan akan validasi digital. Foto: Chatgpt.Ai

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Di era media sosial, berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari menjadi hal yang lumrah. Mulai dari pencapaian, aktivitas harian, hingga pengalaman pribadi kini dengan mudah diunggah ke berbagai platform digital. Namun, ketika seseorang mulai membagikan masalah pribadi, konflik keluarga, atau kondisi emosional secara berlebihan kepada publik, muncul pertanyaan yang cukup menarik dari sudut pandang psikologi: apakah oversharing berkaitan dengan self-esteem?

Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan self-esteem.

RELATED POSTS

Apa Itu Sinbiotik? Punya Manfaat Penting untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Sempat Viral di Medsos, Ini Kandungan Kimpul dan Cara Mengolahnya agar Aman untuk di Konsumsi

Dalam psikologi, self-esteem atau harga diri merupakan penilaian seseorang terhadap nilai dan keberhargaan dirinya sendiri. Konsep ini pertama kali banyak dikembangkan oleh psikolog Morris Rosenberg melalui Rosenberg Self-Esteem Theory, yang menjelaskan bahwa self-esteem adalah evaluasi menyeluruh seseorang terhadap dirinya, apakah ia memandang dirinya sebagai pribadi yang berharga, mampu, dan layak dihargai.

Seseorang yang memiliki self-esteem sehat umumnya mampu menerima kelebihan maupun kekurangan dirinya. Ia tidak mudah menggantungkan kebahagiaan pada pujian atau penilaian orang lain karena memiliki rasa aman terhadap identitas dirinya sendiri.

Sebaliknya, individu dengan self-esteem yang rapuh cenderung lebih sensitif terhadap kritik, mudah membandingkan diri dengan orang lain, dan lebih membutuhkan pengakuan eksternal untuk merasa bernilai. Kondisi inilah yang dalam beberapa kasus dapat mendorong seseorang mencari validasi melalui media sosial.

Meski demikian, psikolog menegaskan bahwa oversharing tidak selalu menjadi tanda rendahnya self-esteem. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih terbuka di media sosial, seperti berbagi pengalaman, memberikan edukasi, membangun komunitas, atau sekadar mengekspresikan diri.

Yang perlu diperhatikan adalah motivasi di balik perilaku tersebut. Apakah seseorang berbagi karena ingin membantu orang lain, atau karena merasa nilai dirinya bergantung pada respons yang diterima dari publik?

Fenomena ini semakin sering ditemukan seiring berkembangnya budaya oversharing, yaitu kebiasaan mengungkapkan informasi pribadi secara berlebihan di ruang digital. Tidak sedikit orang yang lebih memilih mencurahkan isi hati kepada ribuan pengikut dibandingkan berbicara langsung kepada keluarga atau sahabat.

Dalam psikologi media, perilaku tersebut dijelaskan melalui konsep Online Disinhibition Effect, yaitu kecenderungan seseorang menjadi lebih terbuka, impulsif, bahkan lebih berani mengungkapkan informasi pribadi ketika berada di balik layar. Anonimitas, minimnya kontak mata, serta tidak adanya interaksi tatap muka membuat seseorang merasa lebih aman untuk mengatakan hal-hal yang mungkin tidak akan diungkapkan di dunia nyata.

Di sisi lain, media sosial memang dirancang untuk memberikan umpan balik secara instan. Setiap notifikasi, komentar, atau tombol “like” mampu memicu pelepasan dopamin, yaitu neurotransmiter yang berperan dalam sistem penghargaan otak.

Karena itu, setiap kali unggahan mendapat respons positif, otak akan menganggapnya sebagai pengalaman yang menyenangkan. Lama-kelamaan, seseorang dapat terdorong untuk terus mengunggah konten demi memperoleh sensasi serupa.

Masalah muncul ketika angka interaksi mulai dijadikan ukuran nilai diri. Jika unggahan memperoleh banyak perhatian, seseorang merasa dirinya diterima. Sebaliknya, ketika respons yang diterima sedikit, muncul rasa kecewa, cemas, bahkan merasa tidak dianggap. Dalam kondisi seperti ini, self-esteem menjadi sangat bergantung pada validasi eksternal.

Fenomena lain yang juga sering dikaitkan dengan oversharing adalah sadfishing, yaitu kecenderungan membagikan kesedihan atau masalah pribadi secara dramatis untuk memperoleh simpati dari publik. Walaupun tidak semua orang yang melakukan sadfishing memiliki self-esteem rendah, perilaku ini menunjukkan bagaimana kebutuhan akan perhatian dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi di media sosial.

Selain berdampak pada kondisi psikologis, oversharing juga berisiko mengaburkan batas privasi. Menurut teori Communication Privacy Management dari Sandra Petronio, informasi pribadi yang telah dipublikasikan di internet tidak lagi sepenuhnya berada dalam kendali pemiliknya. Informasi tersebut dapat disebarluaskan, ditafsirkan di luar konteks, hingga dimanfaatkan oleh pihak lain untuk berbagai kepentingan.

Oleh karena itu, banyak psikolog menyarankan agar pengguna media sosial mulai menerapkan intentional sharing, yaitu membagikan informasi secara sadar dengan mempertimbangkan tujuan, manfaat, serta konsekuensinya. Tidak semua pengalaman harus dipublikasikan, dan tidak semua emosi perlu divalidasi oleh orang asing di internet.

Pada akhirnya, self-esteem yang sehat bukan berarti tidak pernah membutuhkan dukungan dari orang lain, melainkan mampu menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah “like”, komentar, atau pengikut di media sosial. Dukungan sosial memang penting, tetapi fondasi harga diri yang kuat tetap dibangun melalui penerimaan terhadap diri sendiri, hubungan yang sehat dengan orang terdekat, serta kemampuan mengenali batas antara ruang privat dan ruang publik.

Dengan memahami konsep ini, masyarakat dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana berekspresi tanpa harus menjadikan validasi digital sebagai ukuran utama keberhargaan diri. Artikel ini juga menjadi lebih seimbang karena menekankan bahwa oversharing bukan diagnosis atau bukti pasti seseorang memiliki self-esteem rendah, melainkan perilaku yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, sosial, dan budaya digital.

Tags: Communication Privacy ManagementDigital DetoxGaya Hidup DigitalHarga DiriKabar5NewsKesehatan MentalLiterasi Digitalmedia sosialOnline Disinhibition EffectOversharingpsikologiPsikologi MediaSadfishingSelf-EsteemValidasi Sosial
Previous Post

Alasan Toko Kelontong Identik dengan Warung Madura Hingga Pegawai yang Sering Berganti

Next Post

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Perkuat Kemampuan Tempur Lewat Latihan Bersama Angkatan Laut Rusia

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Apa Itu Sinbiotik? Punya Manfaat Penting untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Apa Itu Sinbiotik? Punya Manfaat Penting untuk Kesehatan Pencernaan Anak

by Mera Puspita Sari
13 Agustus 2026
0

Kabar5News - Istilah Sinbiotik bisa jadi masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun tahukah Anda bahwa salah satu jenis nutrisi...

Sempat Viral di Medsos, Ini Kandungan Kimpul dan Cara Mengolahnya agar Aman untuk di Konsumsi

Sempat Viral di Medsos, Ini Kandungan Kimpul dan Cara Mengolahnya agar Aman untuk di Konsumsi

by Fajar Novryanto
12 Agustus 2026
0

Kabar5News - Kimpul kembali menjadi perbincangan setelah muncul dalam berbagai kreasi makanan di media sosial. Umbi lokal yang selama ini...

Asal Usul Batagor dari Jajanan Kaki Lima Melejit Jadi Gorengan Terbaik Asia Tenggara

Asal Usul Batagor dari Jajanan Kaki Lima Melejit Jadi Gorengan Terbaik Asia Tenggara

by Mera Puspita Sari
12 Agustus 2026
0

Kabar5News - Jajanan khas Bandung batagor berhasil mendapat tempat di lidah pecinta kuliner Asia Tenggara. Pasalnya, belum lama ini dinobatkan...

Ajaib! Kelor Bisa Bikin Polusi Mikroplastik Tersingkir, Begini Hasil Penelitiannya

Ajaib! Kelor Bisa Bikin Polusi Mikroplastik Tersingkir, Begini Hasil Penelitiannya

by Mera Puspita Sari
11 Agustus 2026
0

Kabar5News - Polusi mikroplastik telah menjadi perhatian serius, jika masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, lambat...

7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya untuk Berbagai Kategori

7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya untuk Berbagai Kategori

by Mera Puspita Sari
10 Agustus 2026
0

Kabar5News - Perayaan HUT Kemerdekaan RI identik dengan berbagai lomba seru dan menarik. Namun, perlu diingat bahwa faktor biaya menjadi...

Next Post
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Perkuat Kemampuan Tempur Lewat Latihan Bersama Angkatan Laut Rusia

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Perkuat Kemampuan Tempur Lewat Latihan Bersama Angkatan Laut Rusia

Janice Tjen Lolos ke Semifinal Washington Open 2026, Kenali Profil Petenis Muda Indonesia yang Tengah Bersinar

Janice Tjen Lolos ke Semifinal Washington Open 2026, Kenali Profil Petenis Muda Indonesia yang Tengah Bersinar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

TNI AD Lantik 265 Prajurit Perempuan dan Ahli Siber, Siap Hadapi Tantangan Zaman

TNI AD Lantik 265 Prajurit Perempuan dan Ahli Siber, Siap Hadapi Tantangan Zaman

13 Agustus 2026
Apa Itu Sinbiotik? Punya Manfaat Penting untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Apa Itu Sinbiotik? Punya Manfaat Penting untuk Kesehatan Pencernaan Anak

13 Agustus 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In