Kabar5News – Cabang olahraga skateboard telah lama berevolusi dari sekadar hobi di jalanan menjadi salah satu disiplin yang paling digandrungi dan kompetitif di kancah olahraga internasional, khususnya di kalangan anak muda. Di SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand, nama seorang atlet muda Indonesia bersinar: Namanya Basral Graito Hutomo. Melalui penampilan yang memukau dan diwarnai drama menegangkan, Basral berhasil merebut medali emas dari nomor Men’s Street, mengukuhkan posisinya sebagai bintang baru skater Asia Tenggara.
Ia lahir di Tangerang pada 22 Januari 2007, bukanlah sosok yang instan muncul. Meskipun lahir di Banten, ia tumbuh dan mengasah kemampuannya di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Jauh dari fasilitas mewah, cerita Basral adalah kisah dedikasi sejati, di mana ia banyak belajar secara otodidak, bahkan memulai petualangannya dengan papan bekas yang ia beli sendiri. Kecintaan pada olahraga urban ini telah menuntunnya sejak usia dini, dan bakatnya sudah terlihat sejak ia masih belia.
Bahkan, jejak prestasinya di kancah SEA Games sudah dimulai jauh sebelumnya. Pada SEA Games 2019 di Filipina, saat usianya baru menginjak sekitar 12 tahun, Basral sudah berhasil menyumbangkan medali perak di nomor Game of Skate. Pencapaian di usia yang sangat muda itu menjadi sinyal jelas akan potensi luar biasa yang ia miliki. Pengalaman ini membentuk mentalnya untuk menghadapi tekanan kompetisi yang lebih besar.
Puncak dari kerja keras dan dedikasinya terlihat jelas pada babak final nomor Skateboard Street Putra di SAT Extreme Sports Park, Bangkok, Minggu (14/12). Babak final tersebut berjalan sangat kompetitif dan penuh tekanan, terutama bagi Basral. Ia harus berjuang keras melawan pesaing-pesaing tangguh, termasuk atlet tuan rumah Thailand.
Setelah melalui sesi-sesi awal, Basral sempat berada di posisi keempat, sebuah situasi yang menempatkannya di bawah tekanan besar jelang percobaan terakhir. Dalam kompetisi Street, penilaian didasarkan pada akumulasi skor best run dan best single trick. Basral dikenal memiliki performa yang konsisten pada sesi run, namun sesi single trick menjadi penentu krusial.
Basral mengambil risiko besar di percobaan single trick terakhir. Ia berhasil mengeksekusi trik sulit, yaitu kombinasi 360 Flip (memutar papan secara horizontal 360 derajat sambil membalik papan) yang dilanjutkan dengan Boardslide (meluncur menggunakan papan di atas rail atau besi), tanpa terjatuh.
Aksi spektakuler di detik-detik penentu itu mengubah papan skor secara drastis. Basral melangkahi tiga nama di atasnya, mengunci posisi pertama dengan total skor impresif 166,67 poin. Ia unggul dari atlet Thailand, Kirin Petkiree (perak dengan 153,22 poin), dan Thawatchai Siangoueng (perunggu dengan 152,31 poin).
Kemenangan ini tidak hanya memastikan medali emas bagi Indonesia, tetapi juga menjadi momen emosional yang menjadi viral, di mana ia bahkan dipeluk oleh ofisial tim Malaysia, yang satu hal lain menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.
Medali emas di SEA Games 2025 Thailand adalah validasi atas bakat alami, ketekunan, dan keberanian Basral Graito di bawah tekanan. Pada usia yang masih sangat muda, Basral telah membuktikan bahwa ia adalah salah satu talenta terbaik yang dimiliki Indonesia dan Asia.
Sebelum SEA Games 2025, ia juga menjuarai turnamen bergengsi dunia, The Bunt Jam di Melbourne, Australia, pada November 2024. Dengan peringkat dunia di kategori street yang terus menanjak, Basral Graito bukan hanya kebanggaan Merah Putih di tingkat regional, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi representasi Indonesia di kancah olahraga dunia, termasuk di Asian Games dan Olimpiade di masa depan.












