Kabar5News – Peristiwa perusakan salah satu rumah Jenderal TNI Angkatan Udara di Kota Bandung, beberapa waktu lalu mencuri perhatian sejumlah pihak.
Diantaranya dari Paguyuban Putra-Putri Baret Jingga (P3BJ). Salah satu anggota P3BJ, Anton Sumartono lalu angkat bicara.
Kepada awak media, Anton menyatakan menyesalkan terjadinya peristiwa perusakan tersebut. Menurutnya, hal itu tidak perlu terjadi.
Anton mengatakan, pihak kepolisian harus segara turun tangan untuk mengungkap insiden tersebut.
“Harus diusut tuntas oleh aparat kepolisian karena ini adalah penyerangan,” ujar Anton.

Tak hanya mengusut, Anton juga meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku perusakan rumah Jenderal TNI AU itu.
Ia menegaskan, kepolisian harus bisa mengungkapnya, bukan hanya pelaku yang ada di lapangan, namun juga aktor yang ada di balik peristiwa itu.
Menurut Anton, pengungkapan peristiwa penyerangan tersebut penting untuk dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Lebuh dari itu, Anton mengatakan, penuntasan kasus ini sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan keamanan negara.
“Kami barisan Paguyuban Putra-Putri Baret Jingga meminta kepolisian segera lakukan pencarian oknum dibalik layar atau aktor intelektualnya,” pungkas Anton.
Mantan aktivis 98 ikut angkat suara
Perusakan salah satu rumah Jenderal TNI Angkatan Udara di Kota Bandung juga ditanggapi oleh kalangan aktivis 98, yakni Yoega Diliyanto.
Yoega yang juga bagian dari Paguyuban Putra-Putri TNI Polri juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.
Menurutnya, penyerangan terhadap rumah dinas Jenderal TNI AU itu merupakan murni tindakan kriminal.
“Ini rumah dinas yah, di dalamnya pasti ada keluarganya,” ungkap Yoega.
Yoega mendesak kepolisian menemukan otak di balik peristiwa ini, sekaligus mengungkap motifnya.
Ia menambahkan, meski kini sudah ada 8 orang yang ditahan akibat insiden itu, kepolisian tetap harus mencari aktor intekektual di belakang penyerangan itu.
“Tindakan ini sangat meresahkan, penyelidikan kepolisian jangan terputus sampai di pelaku lapangan saja,” pungkas Yoega.

Sebelumnya, beredar kabar rumah salah satu Jenderal TNI Angkatan Udara (AU) di Bandung, Jawa Barat dirusak oleh sekelompok orang.
Jenderal TNI AU tersebut adalah Marsma Teguh Dharmawan yang kini menjabat sebagai Kadislitbang TNI AU.
Peristiwa perusakan itu sempat terekam kamera dan videonya beredar di media sosial.
Dalam video, terlihat kaca pada rumah nampak pecah dan berserakan. Termasuk kaca dari mobil-mobil yang terparkir di dalam rumah.
“Selamat malam, izin melaporkan massa aksi telah melakukan perusakan di rumah dinas Kadislitbang AU,” ujar seorang pria dalam video.
Hingga kini belum diketahui pasti otak pelaku perusakan rumah Kadislitbang TNI AU, Marsma Teguh Dharmawan tersebut.