Kabar5News – TNI Angkatan Udara kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi pertahanan modern.
Sebanyak empat perwira penerbang pesawat terbang tanpa awak (PTTA) atau drone berhasil meraih kualifikasi instruktur setelah menyelesaikan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Instructor Course 2026.
Program pendidikan tersebut merupakan hasil kerja sama antara TNI AU dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) atau Angkatan Udara Singapura yang bertujuan meningkatkan kompetensi personel dalam pengoperasian dan pelatihan sistem pesawat tanpa awak.
Empat perwira yang berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut adalah Letkol Pnb (N) Muhammad Qorie Prasetya, Kapten Pnb (N) Adi Anugraha, Kapten Pnb (N) Muhammad Zamroni, dan Kapten Pnb (N) Muhammad Irdansyah Wiraguna.
Mereka menjalani pendidikan selama tiga bulan sebelum dinyatakan lulus dan memperoleh kualifikasi instruktur UAV. Penutupan pendidikan dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklat TNI AU Marsma TNI Sapuan bersama Commander UAV Group RSAF, SLTC Daren Lin, di Jakarta pada Jumat (19/6/2026).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut kerja sama kedua angkatan udara dalam memperkuat kemampuan instruktur PTTA.
“Pendidikan ini merupakan tindak lanjut kerja sama kedua angkatan udara dalam meningkatkan kompetensi instruktur PTTA guna mendukung pengembangan kemampuan operasi udara modern,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).
Menurut TNI AU, UAV Instructor Course merupakan kualifikasi profesi tertinggi bagi instruktur PTTA dan memiliki standar yang setara dengan Sekolah Instruktur Penerbang PTTA TNI AU.
Selama pendidikan, para peserta mengikuti dua tahapan utama. Fase pertama dilaksanakan di Singapura yang mencakup ground school dengan materi pedagogi, instructor competency, dan crew resource management instructor (CRMI).
Sementara itu, fase kedua dilaksanakan di Indonesia melalui penguatan kemampuan bina kelas, simulator, serta bina terbang di Skadron Pendidikan (Skadik) 103.
Melalui kombinasi materi teori dan praktik tersebut, peserta dibekali kemampuan mengajar, mengelola sumber daya kru, hingga keterampilan operasional yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem pesawat tanpa awak.
TNI AU menilai keberhasilan penyelenggaraan UAV Instructor Course 2026 menjadi bukti eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Singapura di bidang pertahanan, khususnya dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Selain meningkatkan kualitas instruktur PTTA, program ini juga diharapkan dapat mendukung percepatan pengembangan doktrin, kurikulum pendidikan, serta prosedur operasi pesawat tanpa awak di lingkungan TNI AU.
Di tengah perkembangan teknologi militer yang semakin pesat, kemampuan mengoperasikan dan mengembangkan sistem UAV menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung berbagai misi pengawasan, pengintaian, hingga operasi udara modern.
Melalui peningkatan kompetensi instruktur dan personel, TNI AU berupaya memastikan kesiapan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan operasi udara masa depan sekaligus memperkuat modernisasi pertahanan nasional.











