Kabar5News – Tidak terasa hari ini (20/10/2025), pemerintahan Prabowo Subianto genap usia satu tahun dengan capaian luar biasa cepat di bidang kesehatan.
Komitmen Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi Indonesia Maju pada tahun 2045 memang tidak main-main, salah satunya dalam bidang kesehatan.
Presiden Prabowo Subianto mempunyai gagasan baru di bidang kesehatan yang diwujudkan dalam kinerja nyata, selama satu tahun pemerintahannya.
Presiden RI ke-8 tersebut, telah meluncurkan beberapa gebrakan yang disambut antusias tinggi oleh masyarakat. Sebut saja Cek Kesehatan Gratis (CKG) maupun Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), pembangunan rumah sakit, pemberantasan TBC.
Kementerian Kesehatan juga memiliki Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau lebih dikenal dengan sebutan Quick Win. Tujuan utama adanya program tersebut untuk mempercepat peningkatan pelayanan kesehatan hingga ke daerah pelosok sekalipun.
Selain itu, PHTC termasuk salah satu program utama yang dijalankan Kementerian Kesehatan seperti membangun rumah sakit di daerah, peningkatan infrastruktur, fasilitas dan sumber daya manusia.
Lantas, bagaimana perkembangan program yang diinisiasi oleh Prabowo tersebut? Berikut ulasan singkatnya, berdasarkan hasil rangkuman berbagai sumber.
1. Cek Kesehatan Gratis atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa, program paling banyak peminat yaitu Cek Kesehatan Gratis. Bayangkan saja, hingga beberapa hari lalu (17/10/2025).
Total penerima manfaat CKG tercatat sebesar 44 juta jiwa lebih, sekitar 41 juta orang sudah melakukan pemeriksaan.Data tersebut juga diyakini masih berpeluang besar untuk bertambah. Karena kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sangat tinggi.
“Kalau yang pertama, yang paling besar itu adalah program cek kesehatan gratis. Ini data yang saya lihat dua hari yang lalu, yang daftar 44 juta, yang sudah diperiksa 41 juta. Jadi banyak sekali, cuma kurang ekspos,” ungkap Budi Gunadi Sadikin dihadapan awak media.
Program CKG pelaksanaannya diawasi oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, mandat tersebut langsung diberikan Prabowo kepadanya.
Dari sejumlah wilayah di Indonesia, ada beberapa daerah yang masyarakatnya antusias melaksanakan CKG. Sebut saja Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten.
Setelah dilakukan penelusuran, Dante mengungkap berbagai temuan masalah kesehatan mulai dari bayi baru lahir, balita, anak-anak hingga lansia.
“Usia sekolah, ternyata gigi bermasalah. Kemudian satu lagi, aktivitas fisik yang kurang, juga bermasalah pada anak-anak sekolah. Ini yang harus diperhatikan,” tutur Dante.
Dante menjelaskan perihal tujuan adanya program Cek Kesehatan Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo ini, mempunyai tujuan utama terkait deteksi dini penyakit sebelum terjadi komplikasi.
Dengan begitu berbagai penyakit penyumbang angka kematian terbesar dapat ditekan, sehingga harapan hidup lebih lama dengan tubuh sehat semakin terbuka.
“Caranya gimana supaya angka kematian terbesar ini, seperti jantung, diabetes, stroke, hipertensi diobati? Dengan melakukan deteksi sebelum orang itu jatuh pada komplikasi,” paparnya.
2. Pembangunan 66 RSUD Tipe C
Program selanjutnya berkaitan dengan pembangunan 32 rumah sakit tahun 2025 ini, sebagai wujud terpenuhinya percepatan pembangunan 66 RSUD tipe C.
“Tahun ini 32 akan dibangun, 22 sudah dibangun. Itu 22 sudah konstruksi,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa program tersebut terus berjalan secara terukur dan terjadwal. Sehingga rumah sakit akan tersedia di berbagai daerah.
Bahkan, quick win pembangunan 66 RSUD tipe C, awalnya ditargetkan Prabowo 5 tahun, kini dipercepat menjadi 2 tahun.
“Pembangunan 66 rumah sakit. Pak Presiden minta 5 tahun, kita akan percepat dalam 2 tahun,” ungkap Budi.
3. Meminimalkan kasus TBC
Program selanjutnya berupa percepatan penurunan kasus TBC di Indonesia. Yang mana, melakukan screening pengidap TBC hingga mendapat penanganan tepat. Supaya orang sehat tidak tertular.
“Quick Win kita adalah akselerasi eliminasi TBC. TBC itu penyakit menular seperti Covid. Strategi nomor satu apa? Ditemukan dulu orangnya, kalau orangnya nggak ketemu, dia nularin kemana-mana kan,” jelasnya.
Demi mewujudkan percepatan, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk meningkatkan temuan penderita TBC. Targetnya tahun 2025 ini, akan ada 1 juta temuan.
“Diharapkan sih targetnya, didoakan mudah-mudahan sampai tahun ini saya minta teman-teman sampai itu 900.000 kan, karena estimasi kita 1 juta,” kata Budi Gunadi Sadikin.












