Kabar5News – Sebanyak 13 Perwira TNI Angkatan Darat (TNI AD) berhasil menyelesaikan pelatihan Belarusian Special Forces Specialization di Belarusia. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia TNI AD sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Belarusia.
Pelatihan yang berlangsung di negara Eropa Timur tersebut berfokus pada pengembangan kemampuan prajurit di bidang operasi khusus. Para peserta dibekali berbagai materi dan latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan taktis, kepemimpinan, disiplin, serta kesiapan menghadapi beragam tantangan dalam pelaksanaan operasi militer.
Informasi mengenai kelulusan para perwira disampaikan melalui akun Instagram alumni Akademi Militer 2023, @akmil.2023, pada Rabu (29/7). Dalam unggahannya, disebutkan bahwa seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian pelatihan dengan baik dan menunjukkan profesionalisme selama mengikuti pendidikan.
“Semoga ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang diperoleh menjadi bekal untuk terus meningkatkan profesionalisme serta memberikan pengabdian terbaik bagi TNI Angkatan Darat, bangsa, dan negara,” tulis akun tersebut.
Adapun 13 perwira TNI AD yang dinyatakan lulus dalam pelatihan tersebut adalah:
– Letda Inf Germa Kencana
– Letda Inf Dian Agung
– Letda Inf Ricko Wahyu
– Letda Inf Fariza Tanjung
– Letda Inf Andi Aidil
– Letda Inf Fery Yoga
– Letda Inf Enzo Allie
– Letda Inf Rizky Fahreza
– Letda Inf Sultan Zulkarnain
– Letda Inf Nuris Faizal
– Letda Inf Fico Aldinar
– Letda Inf Abrams Armour
– Letda Czi Dicky Arif
Pelatihan spesialis pasukan operasi khusus tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama pertahanan yang telah dibangun Indonesia dan Belarusia dalam beberapa tahun terakhir. Selain meningkatkan kemampuan individu prajurit, program ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta metode pelatihan militer yang telah diterapkan di kedua negara.
Kerja sama pertahanan Indonesia dan Belarusia sendiri semakin diperkuat setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Kepala Staf Umum sekaligus Wakil Menteri Pertahanan Pertama Republik Belarusia, Mayor Jenderal Pavel Nikolaevich Muraveyko, yang berlangsung di Belarusia pada 28 Juli 2025.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah bidang kerja sama strategis di sektor pertahanan. Selain pelatihan prajurit pasukan khusus, kolaborasi juga mencakup pengembangan teknologi pesawat tanpa awak (drone), pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi, hingga peluang kerja sama dalam produksi rudal dan amunisi.
Bagi TNI AD, keikutsertaan personel dalam pelatihan internasional seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun prajurit yang semakin profesional, adaptif, dan memiliki wawasan global. Pengalaman berlatih bersama mitra luar negeri diharapkan mampu memperkaya kemampuan teknis maupun taktis yang dapat diterapkan dalam mendukung pelaksanaan berbagai tugas operasi di dalam negeri.
Keberhasilan 13 perwira menyelesaikan pelatihan tersebut juga menjadi bukti komitmen TNI AD untuk terus meningkatkan kualitas personel melalui pendidikan dan latihan berstandar internasional. Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada satuan masing-masing sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme dan kesiapan operasional TNI Angkatan Darat dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan di masa mendatang.











