Kabar5news
Rabu,29 Juli , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Silent Cognitive Burden: Ancaman Tersembunyi bagi Anak Indonesia, Begini Kata Ahli

IHDC mengingatkan bahwa kemampuan berpikir anak perlu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan daya saing Indonesia di masa depan.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
29 Juli 2026
in GAYA HIDUP
0
Silent Cognitive Burden: Ancaman Tersembunyi bagi Anak Indonesia, Begini Kata Ahli

Ilustrasi anak Indonesia. Foto: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Selama ini, pembahasan mengenai kualitas kesehatan anak di Indonesia lebih banyak berfokus pada persoalan stunting dan pemenuhan gizi. Namun, Indonesia Health Development Center (IHDC) mengingatkan adanya ancaman lain yang tidak kalah penting, yakni silent cognitive burden, sebuah kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir anak secara perlahan tanpa disadari.

Berdasarkan penelitian terbaru IHDC, silent cognitive burden merupakan penurunan kapasitas perkembangan kognitif anak yang terjadi akibat berbagai masalah kesehatan yang selama ini belum menjadi perhatian utama dalam kebijakan publik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

RELATED POSTS

Bukan Sekedar Busana Tradisional, Terselip Makna Mendalam dari Kebaya Nusantara

Seluk Beluk dan Fakta Unik Dito, Board Game Anak Bangsa Juara Dunia Spiel des Jahres 2026

Ketua Dewan Pembina IHDC sekaligus Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2014–2019, Prof. Nila F. Moeloek, menjelaskan bahwa berbagai persoalan kesehatan yang sering dianggap sebagai masalah individu sebenarnya dapat berdampak luas apabila dialami oleh jutaan anak Indonesia.

“Selama ini kita menganggap gangguan penglihatan, anemia, atau masalah perilaku sebagai persoalan kesehatan individual. Padahal, bila terjadi pada jutaan anak Indonesia, dampaknya dapat memengaruhi kualitas modal manusia nasional,” ujar Prof. Nila dalam telekonferensi memperingati Hari Anak Nasional.

Menurutnya, dampak dari kondisi tersebut jauh melampaui penurunan prestasi akademik. Kemampuan anak dalam berpikir kritis, mengingat informasi, berkreasi, hingga menciptakan inovasi juga dapat ikut terpengaruh apabila perkembangan kognitif tidak mendapatkan perhatian sejak dini.

“Yang hilang bukan hanya nilai rapor, tetapi juga potensi berpikir, berinovasi, dan membangun masa depan,” tambahnya.

Empat Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Berpikir Anak

Melalui metode rapid review terhadap berbagai penelitian internasional yang divalidasi oleh para pakar lintas disiplin, IHDC mengidentifikasi empat faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan kapasitas kognitif anak usia sekolah, yaitu:

Gangguan refraksi atau gangguan penglihatan yang tidak terkoreksi.
– Defisiensi zat besi (anemia).
– Defisiensi protein atau kurangnya asupan protein.
– Gangguan perilaku, termasuk kecemasan.

Dari keempat faktor tersebut, gangguan penglihatan yang tidak terkoreksi dinilai menjadi risiko terbesar karena secara langsung memengaruhi kemampuan anak dalam menerima informasi dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

IHDC mengestimasi lebih dari 8 juta anak Indonesia mengalami gangguan penglihatan, sementara lebih dari 7 juta balita diperkirakan mengalami defisiensi zat besi. Di sisi lain, data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan lebih dari 300 ribu anak usia sekolah mengalami gangguan perilaku berupa kecemasan.

Perkembangan Otak Perlu Jadi Perhatian

Peneliti sekaligus Direktur Eksekutif IHDC, Dr. Ray Wagiu Basrowi, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan fungsi otak dan kemampuan berpikir anak.

Menurutnya, kapasitas kognitif merupakan hasil interaksi berbagai faktor, mulai dari kondisi biologis, kualitas sensorik, fungsi neurokognitif, perilaku, hingga lingkungan sosial tempat anak tumbuh.

“Kajian IHDC ini mengusulkan model Community Framework yang menjelaskan bahwa perkembangan kapasitas kognitif merupakan hasil interaksi antara faktor biologis, kualitas sensorik, fungsi neurokognitif, perilaku, dan lingkungan sosial,” jelas Dr. Ray.

Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut sebaiknya mulai diukur sejak usia anak agar mereka dapat mengenali potensi, membangun imajinasi, serta memetakan tujuan hidup dan masa depannya.

Investasi untuk Indonesia Emas 2045

IHDC menilai berbagai faktor penyebab silent cognitive burden sebenarnya dapat dicegah melalui langkah-langkah yang relatif sederhana, seperti skrining kesehatan mata sejak dini, penggunaan kacamata bagi anak yang membutuhkan, pencegahan anemia akibat kekurangan zat besi, peningkatan kualitas nutrisi, hingga deteksi dini gangguan perilaku.

Karena itu, IHDC mendorong agar perkembangan kemampuan berpikir anak mulai menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu berpikir kritis, berinovasi, dan berdaya saing di tingkat global.

Prof. Nila menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan investasi yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan status kesehatan anak.

“Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang sehat. Indonesia membutuhkan generasi yang mampu berpikir, berkreasi, memecahkan masalah, dan berinovasi. Investasi terhadap perkembangan otak anak adalah investasi terhadap daya saing bangsa,” pungkasnya.

Tags: Anak IndonesiaAnemiaDr Ray Wagiu BasrowiGangguan PenglihatanHari Anak NasionalIHDCIndonesia Emas 2045Kabar5NewsKesehatan AnakNutrisi AnakPerkembangan KognitifProf Nila F MoeloekSilent Cognitive BurdenStunting
Previous Post

Bukan Sekedar Busana Tradisional, Terselip Makna Mendalam dari Kebaya Nusantara

Next Post

Hasil Kolaborasi Pertahanan, 13 Perwira TNI AD Sukses Ikuti Pelatihan Khusus di Belarusia

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Bukan Sekedar Busana Tradisional, Terselip Makna Mendalam dari Kebaya Nusantara

Bukan Sekedar Busana Tradisional, Terselip Makna Mendalam dari Kebaya Nusantara

by Mera Puspita Sari
29 Juli 2026
0

Kabar5News - Kebaya bukan sebatas busana tradisional yang umumnya dipakai pada acara resmi atau perayaan budaya saja, ternyata didalamnya tersirat...

Seluk Beluk dan Fakta Unik Dito, Board Game Anak Bangsa Juara Dunia Spiel des Jahres 2026

Seluk Beluk dan Fakta Unik Dito, Board Game Anak Bangsa Juara Dunia Spiel des Jahres 2026

by Mera Puspita Sari
25 Juli 2026
0

Kabar5News - Karya anak bangsa yang mendunia bukan hanya film atau musik. Kali ini board game buatan Indonesia sukses menjadi...

Seringkali Terabaikan, Salah Satu dari Kebiasaan Kecil Ini Bisa Memperpanjang Usia Kendaraan

Seringkali Terabaikan, Salah Satu dari Kebiasaan Kecil Ini Bisa Memperpanjang Usia Kendaraan

by Mera Puspita Sari
24 Juli 2026
0

Kabar5News - Usia kendaraan bisa bertahan lebih lama dengan jaminan performa tinggi, asalkan konsisten menerapkan beberapa kebiasaan kecil. Kebiasaan yang...

Cara Psikolog Bangun Motivasi Anak Tanpa Tergantung Hadiah atau Hukuman

Cara Psikolog Bangun Motivasi Anak Tanpa Tergantung Hadiah atau Hukuman

by Mera Puspita Sari
23 Juli 2026
0

Kabar5News - Orang tua umumnya akan menghadapi masalah klasik dalam hal menumbuhkan motivasi anak untuk rajin belajar serta mengerjakan tugas...

Bukan Sekedar Trend Kebugaran Baru, Mengenal Hyrox dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Bukan Sekedar Trend Kebugaran Baru, Mengenal Hyrox dan Manfaatnya Bagi Tubuh

by Mera Puspita Sari
22 Juli 2026
0

Kabar5News - Tren kebugaran baru hyrox makin populer, bahkan sering diadakan kompetisi berbagai negara dengan ciri khas tertentu. Hyrox sendiri...

Next Post
Hasil Kolaborasi Pertahanan, 13 Perwira TNI AD Sukses Ikuti Pelatihan Khusus di Belarusia

Hasil Kolaborasi Pertahanan, 13 Perwira TNI AD Sukses Ikuti Pelatihan Khusus di Belarusia

Di Balik Kemenangan Garuda, Deretan Rekor dan Sinyal Positif Mulai Bermunculan

Di Balik Kemenangan Garuda, Deretan Rekor dan Sinyal Positif Mulai Bermunculan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Di Balik Kemenangan Garuda, Deretan Rekor dan Sinyal Positif Mulai Bermunculan

Di Balik Kemenangan Garuda, Deretan Rekor dan Sinyal Positif Mulai Bermunculan

29 Juli 2026
Hasil Kolaborasi Pertahanan, 13 Perwira TNI AD Sukses Ikuti Pelatihan Khusus di Belarusia

Hasil Kolaborasi Pertahanan, 13 Perwira TNI AD Sukses Ikuti Pelatihan Khusus di Belarusia

29 Juli 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In