Kabar5News – Judi online kini menjadi salah satu masalah sosial yang semakin marak di Indonesia. Maraknya judi online di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah, aparat keamanan, hingga para ahli kesehatan mental.
Dalam forum APEC 2025 sesi ke-2 Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025), Presiden Prabowo menyebut bahwa Indonesia kehilangan sekitar US$ 8 miliar atau setara kurang lebih Rp 134 triliun setiap tahun akibat judi online.
Kerugian atas aktivitas illegal ini tentunya membawa dampak besar terhadap ekonomi nasional yang membuat pemerintah berada di posisi semakin mendesak untuk mengambil langkah kongkret menangani judi online.
Kemudahan akses lewat ponsel dan media sosial membuat siapa pun dapat terjerumus tanpa sadar. Padahal, di balik tampilan permainan yang tampak “menghibur”, judi online menyimpan bahaya besar bagi kesehatan mental, keuangan, dan masa depan seseorang. Berikut ulasan mengenai bahaya judi online dan cara mencegah kecanduan sejak dini.
- Bahaya Judi Online
Judi online bukan sekadar permainan keberuntungan. Aktivitas ini dapat memicu kecanduan psikologis yang sulit dihentikan. Seseorang akan terdorong untuk terus bermain, bahkan setelah mengalami kerugian besar. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ribuan situs judi online telah diblokir, namun jumlah pemain terus bertambah setiap tahun.
Dampaknya tak hanya finansial, korban kerap mengalami stres berat, gangguan tidur, konflik keluarga, hingga depresi. Tak jarang pula kasus kriminalitas muncul akibat kebutuhan menutup utang dari hasil kekalahan bermain judi online.
- Pahami Risikonya Sejak Awal
Mencegah kecanduan dimulai dari kesadaran. Ketahuilah bahwa judi online dirancang untuk membuat pemain sulit berhenti. Sistem “reward” dan “bonus kemenangan” yang muncul secara acak membuat otak melepaskan hormon dopamine, zat yang sama aktif saat seseorang merasa senang. Inilah yang membuat pemain merasa ingin terus mencoba, meski sering kalah.
- Batasi Akses Digital
Gunakan fitur parental control atau digital wellbeing pada ponsel untuk membatasi situs dan aplikasi berisiko. Hindari juga bergabung di grup media sosial yang membahas taruhan atau permainan judi. Semakin sedikit paparan, semakin kecil peluang terjerumus.
- Kelola Keuangan dengan Disiplin
Pisahkan uang kebutuhan utama, dana darurat, dan hiburan. Hindari menggunakan uang pinjaman atau tabungan untuk bermain game berbasis taruhan. Jika mulai tergoda menggunakan uang pribadi untuk judi, itu pertanda awal kecanduan yang perlu segera diatasi.
- Alihkan Fokus dan Cari Dukungan
Isi waktu luang dengan aktivitas positif seperti olahraga, membaca, atau kegiatan sosial. Dukungan keluarga dan teman sangat penting untuk menjaga semangat menjauhi kebiasaan buruk. Jika sudah sulit berhenti, segera konsultasikan ke psikolog atau lembaga konseling adiksi digital.
Judi online bukan sekadar permainan, judol juga ancaman nyata bagi kesehatan mental dan finansial. Dengan kesadaran, pengendalian diri, serta lingkungan yang mendukung, kecanduan judi online bisa dicegah sebelum terlambat.












