Kabar5News – Asia Tenggara memiliki sejumlah bandara terbaik yang tidak hanya berfungsi sebagai titik transit dan transportasi, tetapi juga sebagai simbol kemajuan infrastruktur dan pelayanan kelas dunia.
Bandara-bandara ini terkenal akan desainnya yang modern, efisiensi operasional, serta fasilitas yang lengkap dan nyaman bagi para penumpang dari berbagai belahan dunia.
Setiap bandara dirancang dengan perpaduan teknologi canggih dan sentuhan budaya lokal yang membuat pengalaman berada di sana terasa unik dan berkesan. Setiap bandara dirancang dengan perpaduan teknologi canggih dan sentuhan budaya lokal yang membuat pengalaman berada di sana terasa unik dan berkesan.
Mulai dari layanan imigrasi yang cepat, area check-in yang luas, terminal yang bersih dan estetik, hingga pusat perbelanjaan dan kuliner yang menawarkan berbagai pilihan dari lokal hingga internasional.
Selain itu, kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama. Area tunggu dilengkapi dengan kursi ergonomis, ruang keluarga, ruang ibadah, area bermain anak, lounge mewah, hingga fasilitas kebugaran dan relaksasi.
Semua ini menunjang kenyamanan sekaligus memperkaya pengalaman perjalanan para pelancong.
Tidak hanya dari sisi fasilitas, bandara-bandara terbaik di Asia Tenggara juga dikenal akan tingkat keamanan yang tinggi, pelayanan ramah, dan manajemen waktu yang efisien.
Skytrax baru saja merilis daftar World’s Top 100 Airports 2025, dan dua bandara dari Indonesia berhasil masuk dalam deretan bandara terbaik dunia.
Keduanya adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan peningkatan dengan naik tiga posisi ke peringkat 25, dari sebelumnya posisi ke-28. Bandara ini juga dinobatkan sebagai yang terbaik kedua di Asia Tenggara, tepat di bawah Bandara Changi, Singapura.
Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga naik dua peringkat ke posisi 72 dari sebelumnya di posisi 74.
Peringkat ini disusun berdasarkan survei yang dilakukan oleh Skytrax terhadap 13 juta penumpang dari lebih dari 100 negara, yang mengevaluasi pengalaman mereka di 565 bandara di seluruh dunia.
Survei berlangsung dari Agustus 2024 hingga Februari 2025, mencakup berbagai aspek pelayanan seperti proses check-in, kedatangan, transit, belanja, pemeriksaan keamanan, imigrasi, hingga keberangkatan.