Kabar5News – Metode investasi emas kini semakin berkembang, bukan dalam bentuk fisik saja tapi juga digital.
Karakteristik keduanya berbeda satu sama lain, sehingga emas fisik maupun emas digital seringkali menjadi perbincangan bagi investor pemula.
Perbedaan investasi emas fisik dan digital akan dijelaskan secara ringkas dalam artikel ini, sehingga membantu pemula dalam menentukan keputusan terbaik.
Emas Fisik vs Emas Digital
Berdasarkan informasi yang berasal dari laman resmi sahabat pegadaian, terdapat beberapa karakter pembeda antara emas fisik dan digital.
Emas fisik merupakan aset berwujud yang berasal dari biji emas lalu dicetak hingga menjadi berbagai bentuk untuk keperluan investasi. Contohnya seperti emas batangan, perhiasan, koin emas.
Emas fisik sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat di berbagai zaman, maka tidak heran kalau permintaannya semakin banyak meskipun harga melambung tinggi.
Sementara itu, emas digital memang baru dikenal sejak era teknologi makin maju seperti sekarang. Bahkan tipe ini cenderung lebih terjangkau, karena biaya yang dibutuhkan kecil.
Kedua jenis emas tersebut sama-sama kebal dengan laju inflasi, sehingga seringkali dipakai untuk mengamankan kekayaan.
Instrumen investasi ini bisa dipakai sebagai harta warisan, akan tetapi kalau fisik bisa langsung diwariskan, jika digital tetap dikonversi dahulu dalam wujud fisik.
Emas digital tidak bisa disentuh, diperdagangkan online melalui beberapa kanal seperti aplikasi investasi, platform trading.
Pertimbangan Lain dalam Memilih Investasi Emas Digital atau Fisik
Selain karakter umum, ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan pemula sebelum memutuskan investasi emas digital atau fisik.
• Biaya Administrasi
Hal mendasar yang menjadi pertimbangan utama berkaitan dengan biaya administrasi.
Jika emas fisik disimpan pada lembaga keuangan tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit, biasanya untuk sewa safe deposit box. Tapi kalau disimpan di rumah memang tidak ada biayanya.
Emas digital juga membutuhkan biaya administrasi tapi umumnya kecil, masih terjangkau bagi investor pemula.
• Keamanan
Kalau dilihat dari sisi keamanan, emas digital cenderung lebih aman karena penyimpanan berbentuk tabungan pada rekening yang terdaftar dan transaksinya diawasi.
Sementara itu, emas fisik punya standar keamanan ganda kalau disimpan dalam safety deposit box pada lembaga keuangan resmi.
Kalau penyimpanan di rumah berpeluang terjadi risiko hilang karena pencurian, bencana alam dan lainnya.
• Likuiditas
Emas fisik mempunyai likuiditas tinggi akan tetapi prosesnya membutuhkan waktu lama ditambah dengan adanya syarat denominasi minimum.
Sebagai wujud instrumen investasi modern, emas digital juga likuiditasnya tinggi. Investor bisa langsung transaksi jual beli pasar online, proses cepat dan menawarkan akses diversifikasi portofolio.
• Akses Mudah
Emas digital sangat mudah diakses karena transaksi secara online, prosesnya instan dan praktis.
Emas fisik umumnya dijualbelikan langsung pada lembaga keuangan terpercaya maupun toko offline, akses terbatas, proses transaksi secara langsung.
• Transparansi
Emas digital punya transparansi lebih baik sebab mudah diakses, dilacak dan diversifikasi real time.
Kalau emas fisik umumnya butuh berbagai biaya seperti asuransi, penyimpanan, pembelian dan lain-lain. Selain itu, perlu bukti sah sebagai tanda kepemilikan.
Pemula Lebih Baik Pilih Emas Fisik atau Emas Digital?
Setelah Anda memahami karakteristik serta berbagai pertimbangan dalam investasi emas, lantas pemula lebih baik pilih bentuk fisik atau digital?
Sebenarnya dua tipe emas tersebut baik untuk investasi, akan tetapi disesuaikan dengan tujuan masing-masing investor.
Emas fisik untuk investasi jangka panjang, kalau emas digital cocok bagi investor yang membutuhkan aksesibilitas, transaksi fleksibel dan kepraktisan.
Namun, jika masih benar-benar pemula sebaiknya pilih digital karena modal lebih terjangkau, mulai Rp 10.000 saja sudah bisa investasi emas, mudah dijual kapan saja, minim risiko hilang.










