Kabar5News – Komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai tindak lanjut arahan
Pemerintah melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadila untuk pemenuhan pasokan BBM Badan
Usaha Swasta (BU Swasta) membuahkan hasil.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan, PT
Aneka Petroindo Raya (APR) perusahaan yang menaungi jaringan SPBU BP-AKR sepakat
untuk melakukan proses Business to Business dengan Pertamina Patra Niaga untuk
pemenuhan pasokan BBM dengan menyerap kargo impor dari Pertamina Patra Niaga.
“Untuk penyaluran pasokan yang sudah dilayani kepada PT APR sebanyak 100 ribu barel (MB)
yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU BP-AKR”, jelas Roberth.
Dengan niat baik, transparansi serta sesuai dengan good corporate governance , Pertamina
Patra Niaga dan PT APR berkomitmen memastikan ketersediaan BBM serta distribusi energi
dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Roberth menegaskan bahwa kolaborasi
dengan badan usaha swasta menjadi bukti nyata bahwa menjaga energi adalah kerja bersama.
Proses kolaborasi dalam membantu pasokan BU Swasta ini dilaksanakan melalui beberapa
tahapan yang menjunjung tinggi mekanisme compliance dan governance secara Business to
Business (B2B). Proses negosiasi dari sisi jumlah kebutuhan berdasarkan volume permintaan,
pelaksanaan tender supplier yang dilakukan dengan aspek GCG dan konfirmasi berulang
dengan customer (APR), pelaksanaan join Surveyor, sampai dengan mekanisme open book
untuk negosiasi aspek komersial dilaksanakan, sampai akhirnya proses bongkar dilaksanakan
dan diterima BU Swasta untuk disalurkan kepada masyarakat. Komoditi BBM yang dipasok
kepada APR (BP-AKR) telah memenuhi seluruh requirements dari APR sebagai bentuk
komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah.
“Bagi kami, energi bukan sekadar komoditas. Energi adalah penggerak kehidupan dan
produktivitas masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap
aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh semua,” tutupnya.












