Kabar5News – Tim Nasional Jepang menghadapi tantangan berat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Samurai Biru dijadwalkan bertemu Brasil di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Jepang setelah berhasil melangkah dari fase grup. Namun, mereka harus menghadapi salah satu kandidat juara dunia tanpa diperkuat salah satu pemain andalannya, Takefusa Kubo.
Takefusa Kubo Dipastikan Absen
Kubo dipastikan belum dapat kembali merumput karena masih menjalani pemulihan cedera lutut kiri yang dialaminya saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Grup F.
Pemain Real Sociedad tersebut sebelumnya tampil sebagai starter dan menyumbang satu assist dalam hasil imbang 2-2 melawan Belanda. Namun, pada menit ke-74 ia mengalami benturan keras yang membuatnya harus meninggalkan lapangan.
Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya cedera pada lutut kiri sehingga Kubo harus menggunakan kursi roda saat meninggalkan stadion. Cedera tersebut juga membuatnya absen ketika Jepang mengalahkan Tunisia 4-0 dan bermain imbang 1-1 melawan Swedia.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, memastikan kondisi pemain berusia 25 tahun itu belum memungkinkan untuk kembali bermain.
“Dia masih menjalani latihan lari dan latihan fisik secara mandiri, jadi dia tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Brasil,” kata Moriyasu.
Ia berharap proses pemulihan Kubo berjalan lancar agar sang gelandang bisa kembali memperkuat tim jika Jepang mampu melaju lebih jauh di turnamen.
Moriyasu Tetap Percaya Diri
Absennya Kubo memang menjadi kehilangan besar bagi Jepang. Sejak menjalani debut bersama tim nasional senior pada 2019, ia telah mengoleksi 50 penampilan dan mencetak tujuh gol.
Meski demikian, Moriyasu menegaskan kepercayaan dirinya terhadap skuad yang ada. Menurutnya, Jepang telah membuktikan mampu bersaing meski tidak banyak dijagokan sejak awal turnamen.
Pelatih berusia 57 tahun itu menyadari kualitas Brasil berada di atas Jepang berdasarkan peringkat dunia. Namun, hal tersebut tidak mengurangi ambisi timnya untuk menciptakan kejutan.
“Kami bertekad untuk menjuarai Piala Dunia meskipun belum pernah mencapai level tersebut sebelumnya,” ujar Moriyasu.
Samurai Biru Ingin Ukir Sejarah Baru
Dalam beberapa edisi terakhir, Jepang terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia.
Sejak tampil pertama kali pada Piala Dunia 1998, Samurai Biru telah beberapa kali lolos ke fase gugur. Pada edisi 2022 di Qatar, mereka bahkan berhasil mengalahkan Jerman dan Spanyol sebelum tersingkir melalui adu penalti dari Kroasia pada babak 16 besar.
Kini, kesempatan baru kembali terbuka. Jika mampu mengalahkan Brasil, Jepang akan mencatat salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bola mereka sekaligus melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Moriyasu menegaskan bahwa timnya tetap menghormati kualitas Brasil, tetapi tidak datang ke Houston hanya untuk bertahan.
“Kami percaya memiliki peluang untuk menang. Dunia sedang memperhatikan kami, dan kami ingin mengubah sejarah,” katanya.
Siap Hadapi Segala Kemungkinan
Karena pertandingan memasuki fase gugur, duel Jepang melawan Brasil berpotensi berlanjut hingga perpanjangan waktu bahkan adu penalti jika skor tetap imbang.
Belajar dari kegagalan saat menghadapi Kroasia empat tahun lalu, Moriyasu mengaku telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk menentukan urutan eksekutor penalti apabila pertandingan harus ditentukan dari titik putih.
Apabila berhasil menyingkirkan Brasil, Jepang akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading dan Norwegia pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey pada 5 Juli 2026.











