Kabar5News – Profesi pembuat konten sangat populer saat ini, karena potensi penghasilannya besar. Bahkan, hanya bekerja dari rumah saja, cuan bisa mengalir deras.
Pembuat konten mempunyai waktu fleksibel dalam proses pengerjaannya. Namun, tetap membutuhkan sumber daya dan keahlian. Supaya cepat mendapat target audiens tepat dan viral.
Bagi pembuat konten profesional, menghasilkan banyak karya secara konsisten bisa jadi perkara mudah. Tapi, bagaimana dengan mereka yang masih akan memulai atau level pemula?
Pembuat konten atau sering disebut kreator umumnya menggunakan dua cara populer dalam menghasilkan cuan secara berkala, yaitu ambil peran sebagai YouTuber atau Clipper.
Sebagai kreator pemula sebaiknya perlu mengerti tentang faktor-faktor perbandingan antara YouTuber dan Clipper. Supaya menjadi bahan pertimbangan, tidak sampai salah langkah.
Menjadi Clipper Video
Sebelum memutuskan untuk menekuni profesi clipper, ada 4 faktor yang layak dipertimbangkan.
1. Hambatan masuk rendah
Saat menjadi clipper, Anda tidak perlu pusing memikirkan cara membangun audiens dari nol. Anda bisa menggunakan popularitas maupun audiens dari kreator mapan.
2. Terfokus pada satu keahlian
Clipper mempunyai tugas utama untuk menentukan momen menarik dari video panjang maupun siaran langsung. Setelah itu, Anda bisa mengeditnya menjadi klip pendek menarik.
Keterampilan yang dibutuhkan berupa pengeditan dasar maupun pemahaman tentang sesuatu hal trending.
3. Perlengkapan yang dipakai tergolong minimal
Siapapun bisa memulai hanya dengan komputer maupun perangkat lunak pengeditan video.
4. Peluang monetisasi sangat cepat
Ketika klip yang dihasilkan mendadak auto viral dimana-mana atau disukai kreator utama. Maka, Anda akan mudah mendapatkan pengakuan hingga monetisasi.
Menjadi YouTuber Handal
Sama seperti Clipper, sebagai YouTuber harus siap dengan berbagai faktor yang menyertai keberhasilan kinerja.
1. Hambatan Masuk Tinggi
Anda bertanggung jawab penuh atas setiap aspek produksi: ide konten, syuting, pengeditan, SEO, pemasaran, dan membangun komunitas.
2. Konsistensi selalu intens
Sukses membutuhkan jadwal unggah yang konsisten selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk membangun basis pelanggan yang solid.
3. Investasi Waktu & Peralatan
Mungkin memerlukan investasi awal yang lebih besar untuk peralatan seperti kamera, mikrofon, dan pencahayaan, serta waktu yang signifikan untuk produksi dan promosi.
4. Pembelajaran Beragam Keterampilan
Anda harus memahami secara benar berbagai keterampilan yang dibutuhkan saat memutuskan sebagai YouTuber, karena tugasnya tidak hanya mengedit saja.
Kesimpulan
Jika ingin segera melakukan aksi bikin konten serta belajar keterampilan editing dan pemasaran kecil, sebaiknya pilih clipper.
Langkah tersebut sebagai gerbang pembuka dalam keberhasilan pembuatan konten. Ketika sukses memakai keahlian untuk menjalankan profesi clipper, biasanya langsung muncul keberanian menciptakan saluran YouTube sendiri.












