Kabar5News – Peta kekuatan udara di kawasan Asia Tenggara resmi memasuki babak baru. Kehadiran jet tempur Dassault Rafale di jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia dalam memodernisasi kekuatan pertahanannya.
Pesawat tempur generasi 4,5 asal Prancis ini digadang-gadang sebagai salah satu “game changer” yang akan memperkuat kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Rafale lahir dari tangan dingin Dassault Aviation, pabrikan kedirgantaraan legendaris asal Prancis. Pengembangan pesawat ini dimulai sejak dekade 1980-an ketika Prancis memutuskan untuk keluar dari proyek kolaborasi jet tempur Eropa (Eurofighter) guna membangun pesawat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan nasional mereka: sebuah pesawat tunggal yang mampu menjalankan semua jenis misi.
Dibeli Sejak Tahun 2022
Indonesia secara resmi membeli 42 unit Rafale melalui kontrak yang ditandatangani pada Februari 2022, di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto. Per Februari 2026, gelombang pertama pesawat ini telah mendarat di Tanah Air dan disiagakan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai operator Rafale terbesar di Asia Tenggara.
Berbeda dengan jet tempur lain yang seringkali terspesialisasi (misal hanya untuk serangan udara-ke-udara), Rafale adalah jet omnirole. Artinya, dalam satu misi tunggal, pesawat ini dapat berganti peran dari pertempuran udara, serangan darat presisi, hingga pengintaian.
Berikut adalah beberapa spesifikasi kunci dari varian Rafale F4 yang dipesan Indonesia :
• Mampu melesat hingga Mach 1,8 atau sekitar 1.912 km/jam.
• Memiliki daya jelajah yang luas hingga 1.850 km tanpa pengisian bahan bakar di udara.
• Dilengkapi dengan radar RBE2 AESA (Active Electronically Scanned Array) yang mampu mendeteksi banyak target sekaligus dari jarak jauh dengan tingkat presisi tinggi.
• Mampu mengusung berbagai rudal canggih seperti Meteor (jarak jauh), MICA (jarak pendek-menengah), serta rudal jelajah SCALP dan rudal anti-kapal Exocet.
Salah satu faktor yang membuat Rafale begitu disegani adalah sistem peperangan elektroniknya yang bernama SPECTRA. Sistem ini memberikan perlindungan 360 derajat bagi pilot dengan kemampuan mendeteksi ancaman, melakukan gangguan sinyal (jamming), hingga melepaskan pengecoh (decoy) secara otomatis. Hal ini membuat Rafale memiliki kemampuan bertahan hidup (survivability) yang sangat tinggi di medan tempur yang padat ancaman.
Selain itu, Rafale didesain untuk beroperasi dari landasan yang relatif pendek, menjadikannya sangat fleksibel untuk kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Biaya operasional dan pemeliharaannya pun dinilai lebih efisien dibandingkan jet tempur berat mesin ganda lainnya, berkat sistem manajemen logistik yang terintegrasi.












