Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri gelaran World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss. Forum ekonomi paling bergengsi di dunia ini menjadi panggung perdana bagi Presiden Prabowo untuk memaparkan visi strategis Indonesia di hadapan para pemimpin negara dan CEO perusahaan global.
Tahun ini, WEF mengangkat tema sentral “A Spirit of Dialogue”. Tema ini dipilih sebagai respons atas meningkatnya fragmentasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Di tengah situasi dunia yang penuh sekat, Indonesia hadir untuk menawarkan diri sebagai jembatan komunikasi sekaligus mitra kolaborasi yang stabil.
Setidaknya ada tiga alasan krusial mengapa forum ini menjadi sangat vital bagi kepentingan nasional Indonesia :
1. Memperkuat Diplomasi Ekonomi dan Kepercayaan InvestorMelalui lembaga pengelola investasi strategis yang baru, BPI Danantara, pemerintah berupaya menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi mitra investasi yang profesional dan transparan. Kehadiran Presiden bersama para menteri ekonomi bertujuan untuk meyakinkan investor global bahwa transisi kepemimpinan di Indonesia membawa kepastian hukum dan iklim usaha yang semakin kondusif.
2. Mendorong Agenda Investasi Hijau dan Hilirisasi
Sesuai dengan semangat “A Spirit of Dialogue”, Indonesia membuka ruang diskusi mengenai transisi energi. Indonesia memanfaatkan panggung Davos untuk memasarkan potensi ekonomi hijau, mulai dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) hingga proyek dekarbonisasi. Hilirisasi industri yang menjadi jargon utama pemerintah kini dibawa ke level global guna menarik modal dari lembaga filantropi dan korporasi raksasa dunia.
3. Memposisikan Indonesia dalam Global Supply Chain
Di tengah ketegangan perdagangan dunia, Indonesia ingin mengukuhkan posisinya sebagai bagian penting dari rantai pasok global. Dengan kekayaan sumber daya alam dan letak geografis yang strategis, Indonesia menawarkan stabilitas di tengah disrupsi global.
Agenda Diplomasi dalam Budaya (Indonesia Night)
Selain agenda formal, delegasi Indonesia juga menggelar “Indonesia Night”. Acara ini menjadi ruang diplomasi informal yang strategis. Melalui sajian kuliner dan pertunjukan seni budaya, pemerintah ingin menunjukkan sisi lain delegasi Indonesia, yakni sebuah bangsa yang progresif dalam inovasi ekonomi namun juga kaya nilai tradisi.












