Kabar5News – Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat terdampak bencana dengan tetap menjaga kearifan lokal. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan untuk pelaksanaan tradisi meugang bagi warga Aceh yang terdampak banjir menjelang Idul Fitri 2026.
Bantuan tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang ingin tetap menjalankan tradisi meugang meskipun berada dalam kondisi pascabencana. Permintaan itu disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.
Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas masyarakat Aceh yang telah berlangsung turun-temurun sebagai bentuk syukur dalam menyambut bulan suci Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini identik dengan pembelian, pembagian, serta konsumsi daging sapi secara bersama-sama di tengah masyarakat.
Pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 72,72 miliar pada awal Ramadhan untuk mendukung pelaksanaan meugang bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut bertujuan agar warga tetap dapat merasakan suasana kebersamaan di tengah keterbatasan akibat bencana.
Memasuki momen Idul Fitri, pemerintah kembali menggelontorkan anggaran untuk memastikan tradisi tersebut tetap berlangsung. Dana bantuan telah ditransfer ke pemerintah kabupaten/kota di seluruh wilayah Aceh.
“Dana bantuan sudah selesai ditransfer ke kabupaten/kota di Provinsi Aceh untuk pembayaran sapi meugang,” ujar Tito dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 72,75 miliar yang diperuntukkan bagi 1.455 desa terdampak di 19 kabupaten/kota.
Setiap desa menerima alokasi dana sebesar Rp 50 juta yang digunakan untuk pembelian sapi meugang. Penyaluran dana dilakukan langsung melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan mekanisme perbankan melalui Bank Aceh Syariah.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu pemulihan sosial masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas di tengah proses pemulihan pascabencana.










