Kabar5News – Salah satu bagian dari sejarah perjalanan kereta di Jakarta memasuki babak baru. Stasiun Karet resmi berhenti melayani naik dan turun penumpang KRL mulai Selasa (1/9/2026).
Setelah beroperasi selama 104 tahun, layanan penumpang dari stasiun tersebut kini dialihkan ke Stasiun BNI City.
Penutupan ini bukan berarti perjalanan KRL di kawasan tersebut ikut berhenti. Penumpang yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet tetap dapat melanjutkan perjalanan, tetapi harus melakukan aktivitas naik dan turun penumpang melalui BNI City yang berada di kawasan berdekatan.
Perubahan tersebut sekaligus membuat perjalanan Stasiun Karet memasuki babak baru setelah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat Jakarta selama lebih dari satu abad.
Berdiri Sejak Era Batavia
Stasiun Karet memiliki perjalanan panjang yang berawal pada 1922. Keberadaannya menjadi bagian dari perkembangan jaringan perkeretaapian di Batavia, jauh sebelum Jakarta berkembang menjadi pusat metropolitan seperti sekarang.
Selama lebih dari satu abad, stasiun ini menjadi salah satu titik pemberhentian kereta yang melayani mobilitas masyarakat di kawasan Jakarta Pusat.
Dari masa ketika transportasi kereta masih menggunakan sistem dan teknologi yang jauh berbeda hingga berkembang menjadi layanan Commuter Line, Stasiun Karet terus menjadi bagian dari perubahan wajah transportasi ibu kota.
Usianya yang mencapai lebih dari satu abad membuat Stasiun Karet tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat pemberhentian kereta, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan Jakarta.
Dari Stasiun Sederhana hingga Bagian dari KRL Jabodetabek
Perjalanan Stasiun Karet tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kawasan di sekitarnya. Pertumbuhan pusat bisnis, perkantoran, dan permukiman membuat transportasi berbasis rel semakin penting bagi mobilitas warga.
Dalam perkembangannya, Karet menjadi salah satu stasiun yang digunakan pengguna Commuter Line, terutama masyarakat yang beraktivitas di kawasan pusat Jakarta.
Keberadaan stasiun tersebut kemudian menjadi bagian dari rutinitas banyak penumpang yang mengandalkan kereta untuk menuju tempat kerja maupun berbagai aktivitas lainnya.
Namun, perkembangan kawasan juga membawa kebutuhan baru. Sistem transportasi semakin dituntut untuk terintegrasi, sementara perpindahan penumpang perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan layanan yang terus berkembang.
Kini Terintegrasi dengan BNI City
Penutupan Stasiun Karet dilakukan seiring dengan integrasi layanan dengan Stasiun BNI City. Penumpang yang sebelumnya naik atau turun di Karet kini diarahkan menggunakan BNI City.
Dengan perubahan ini, perjalanan KRL tetap berlangsung. Yang berubah adalah titik pelayanan bagi penumpang.
Bagi masyarakat yang selama ini terbiasa menggunakan Stasiun Karet, perpindahan tersebut tentu menjadi penyesuaian baru. Penumpang perlu memperhatikan perubahan lokasi naik dan turun agar tidak salah menuju stasiun.
Akses menuju BNI City juga disiapkan bagi penumpang di sekitar kawasan Karet sehingga perpindahan layanan tetap dapat dilakukan.
Setelah 104 Tahun, Karet Memasuki Babak Baru
Ada yang berubah, tetapi ada pula yang tetap menjadi bagian dari perjalanan kawasan tersebut. Rel kereta masih membentang dan perjalanan KRL tetap berlangsung, hanya titik pelayanan penumpangnya yang bergeser.
Dengan ditutupnya layanan penumpang pada 1 September 2026, Stasiun Karet menutup satu bab penting dalam sejarah transportasi Jakarta setelah 104 tahun.
Dari era Batavia hingga Jakarta modern, Karet telah menyaksikan bagaimana kota ini tumbuh dan berubah. Stasiun yang dahulu menjadi bagian dari jaringan kereta pada 1922 kini harus beradaptasi dengan perkembangan sistem transportasi yang semakin terintegrasi.
Bagi penumpang, perubahan ini berarti berpindah dari Karet menuju BNI City. Namun bagi sejarah transportasi Jakarta, Stasiun Karet tetap meninggalkan rekam jejak perjalanan selama lebih dari satu abad.











