Kabar5News – Wacana atau isu kembalinya dwifungsi ABRI/TNI melalui pembahasan RUU TNI, kembali mendapatkan tanggapan dari mantan aktivis 98.
Kali ini datang dari salah satu pendiri organsasi mahasiswa 98, Forum Kota (Forkot), Ridwan.
Kepada Kabar5News, Ridwan menyatakan tidak khawatir dengan isu atau wacana kembalinya dwifungsi melaui RUU TNI yang kini tengah dibahas oleh Komisi I DPR RI.
Menurut Ridwan, RUU TNI sejatinya bertujuan untuk menyempurnakan institusi TNI agar bisa lebih maksimal dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dan menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan TNI untuk menjaga NKRI adalah dengan berperan di segala sektor, termasuk di pemerintahan.
“Yang lebih penting lagi adalah keseimbangan demokrasi saat ini dengan hadir nya TNI aktif dipemerintahan,” ujarnya.

Ridwan juga menyatakan, pasca reformasi, Demokrasi Pancasila nampak semakin memudar.
Salah satu gejalanya, lanjut Ridwan, adalah makin suburnya korupsi yang terjadi di sejumlah lembaga negara.
Karena itulah, Ridwan menjelaskan, dibutuhkan sosok yang tetap komitmen memegang teguh Pancasila dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan.
Menurut alumnus kampus UPN Veteran ini, salah satu institusi yang hingga kini masih memegang teguh nilai-nilai Pancasila adalah TNI.
“Saya percaya dan yakin bahwa hanya institusi TNI lah yang tidak akan berkhianat dengan merah putih dan terbukti sipil yang selalu melakukan korupsi dan tindakan yang merugikan negara,” tegasnya.
Karena itulah Ridwan sama sekali tidak mempermasalahkan jika nantinya TNI aktif diberi ruang dan kesempatan untuk masuk ke lembaga pemerintahan.
Setidaknya, menurut Ketua Umum Kema Puan ini, publik harus memberikan kesempatan pada TNI agar bisa membuktikan kinerjanya.
Ia menegaskan, selama anggota TNI aktif itu memiliki kemampuan untuk membawa lembaga pemerintahan tersebut ke arah yang lebih baik, maka hal tersebut tidak ada salahnya.
“Selama mampu dan memang bisa membawa lebih baik lagi, jangan juga kita memusuhi TNI,” ungkap Ridwan.
“Kasih kesempatan kembali, masanya kini sudah berubah, tidak seperti waktu Orba dahulu,” pungkasnya