Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Kepala Negara tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
“Dalam kunjungan ini, Kepala Negara diagendakan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana, pembangunan hunian sementara, titik pengungsian, titik pembangunan jembatan sekaligus memastikan percepatan pemulihan semua infrastruktur,” ucap Seskab Teddy.
Setibanya di Sumatera Barat, Presiden tidak langsung beristirahat. Ia langsung menuju Markas Komando Daerah Militer (Makodam) Sumatera Barat untuk menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara terkait.
Rapat tersebut digelar secara tertutup dan difokuskan pada evaluasi penanganan bencana serta percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa rapat terbatas itu merupakan bagian dari upaya Presiden untuk memastikan seluruh langkah penanganan bencana berjalan terkoordinasi.
Presiden ingin seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat, tepat, dan terintegrasi dalam menghadapi situasi darurat yang masih berlangsung.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf TNI dari tiga matra.
Kunjungan Presiden ke Sumatera Barat kali ini merupakan yang kedua dalam dua pekan terakhir.
Sebelumnya, Prabowo juga tercatat telah beberapa kali turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.
Langkah tersebut menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang menekankan kehadiran langsung negara di tengah masyarakat saat krisis.
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan serta kerja bersama seluruh elemen bangsa dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kita berdoa agar saudara-saudara kita bisa segera pulih, dan kita bekerja keras agar rehabilitasi serta rekonstruksi bisa segera dimulai,” ujar Presiden dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna beberapa hari sebelumnya.
Setelah bermalam di Padang, pada Kamis (18/12/2025) Presiden dijadwalkan mengunjungi tiga kabupaten yang terdampak bencana, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kepala Negara akan meninjau lokasi pembangunan hunian sementara, titik-titik pengungsian, serta sejumlah proyek infrastruktur seperti jembatan dan akses jalan yang rusak akibat bencana.
Pemerintah berharap, dengan peninjauan langsung ini, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik.












