Kabar5News – Timnas Wushu Indonesia akhirnya menjalani Training Camp (TC) di China sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung hingga menjelang keberangkatan ke ajang yang digelar pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Di balik keberangkatan tersebut, ada sejumlah fakta menarik dalam persiapan Timnas Wushu Indonesia. Mulai dari tambahan anggaran Pelatnas, lokasi latihan yang terbagi menjadi dua wilayah, hingga 14 atlet yang disiapkan untuk menjalani TC.
TC China Sempat Terkendala Anggaran
Keberangkatan ke China ternyata tidak langsung berjalan sesuai rencana. Program TC luar negeri sempat terkendala kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah.
Situasi tersebut kemudian berubah setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berhasil memperjuangkan tambahan dana Pelatnas sebesar Rp95 miliar.
Dengan tambahan tersebut, anggaran Pelatnas untuk Asian Games 2026 kini mencapai Rp222 miliar.
Manajer Timnas Wushu Indonesia Iwan Kwok mengatakan PB Wushu Indonesia memahami kondisi anggaran pemerintah. Namun, pihaknya tetap mengapresiasi upaya Kemenpora hingga program TC di China akhirnya dapat direalisasikan.
“Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) cukup memahami kondisi anggaran bantuan pemerintah terkait adanya kebijakan pemangkasan anggaran seluruh Kementerian sehingga program TC ke luar negeri belum bisa dipenuhi sesuai jadwal yang diinginkan. Makanya, kita memberikan apresiasi atas upaya Kemenpora,” kata Iwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Atlet Taolu dan Sanda Berlatih di Lokasi Berbeda
Fakta menarik berikutnya adalah TC tidak dilakukan di satu tempat. Timnas Wushu Indonesia membagi lokasi latihan berdasarkan nomor pertandingan.
Tim taolu berlatih di Nanjing, sedangkan tim sanda menjalani TC di Shaolin Taogu, Henan.
Rombongan taolu telah berangkat pada Kamis (20/8), sementara tim sanda menyusul pada hari berikutnya.
Pembagian lokasi ini membuat masing-masing kelompok dapat menjalani persiapan yang lebih spesifik sesuai nomor yang mereka ikuti.
TC Bukan Sekadar Meningkatkan Fisik
TC di China juga memiliki tujuan yang lebih luas. Menurut Iwan, pemusatan latihan tersebut penting untuk memperkuat mental atlet sekaligus menjadi kesempatan bagi pelatih melakukan evaluasi.
“TC ke China itu sangat penting untuk memperkuat mental atlet dan pelatih bisa melakukan evaluasi agar bisa mempersiapkan atlet lebih baik lagi,” ujar Iwan.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia sebelum Asian Games, evaluasi selama TC menjadi bagian penting untuk melihat kekurangan sekaligus memaksimalkan kemampuan atlet.
14 Atlet yang Dikirim
Sebanyak 14 atlet masuk dalam daftar yang menjalani TC di China.
Pada nomor taolu putra, terdapat Seraf Naro Siregar, Terrence Tjahyadi, Ahmad Ghozali Fuaiz, Andrea Simon, dan Rainer Reinaldy Ferdiansyah. Taolu putri diwakili Patrice Geraldine dan Eugenia Diva Widodo.
Sementara dari nomor sanda putra, ada Fereddy Sinaga kelas 56 kg, Bintang Reindra Nada Guitara kelas 60 kg, Samuel Marbun kelas 65 kg, serta Jumanta kelas 70 kg.
Untuk sanda putri, Indonesia mengandalkan Tharisa Dea Florentina kelas 52 kg dan Thania Kusumaningtyas kelas 60 kg.
Target Mempertahankan Tradisi Emas
Seluruh rangkaian TC tersebut pada akhirnya bermuara pada satu target, yaitu memaksimalkan peluang Indonesia untuk kembali meraih medali emas wushu di Asian Games.
Iwan menegaskan TC di China diharapkan dapat membantu atlet dan pelatih mempersiapkan diri lebih baik sebelum menghadapi persaingan di Aichi-Nagoya.
Dengan TC yang berlangsung hingga menjelang Asian Games 2026, para atlet kini memiliki waktu untuk memperkuat teknik, mental, sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan. Setelah persiapan di China selesai, tantangan berikutnya adalah membuktikan hasil latihan tersebut di arena Asian Games.











