Kabar5News – Kerja sama pertahanan antarnegara tidak selalu diwujudkan melalui pembelian alutsista atau latihan militer berskala besar. Pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi personel, hingga penyelarasan kemampuan operasional juga menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan pertahanan yang adaptif.
Hal tersebut menjadi fokus pembahasan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara India (Indian Air Force/IAF) dalam forum 7th Air Staff Talks (AST) yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di New Delhi, India.
Pertemuan tahunan ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk menjajaki peluang kolaborasi baru sekaligus mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan. Delegasi TNI AU dipimpin Marsda TNI Mohammad Nurdin selaku Head of Delegation (HoD), mewakili Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara. Sementara delegasi IAF dipimpin Air Vice Marshal Sanjeev Kumar Taliyan.
Mengutip unggahan resmi TNI AU melalui akun Instagram @militer.udara pada Sabtu (31/10/2026), pembahasan mencakup latihan bersama atau joint exercise, pertukaran tenaga ahli (Subject Matter Expert Exchange/SMEE), serta pembentukan Mobile Training Team (MTT).
Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan hubungan militer tidak hanya bertumpu pada latihan di lapangan. Pertukaran tenaga ahli membuka peluang bagi kedua angkatan udara untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan teknis, dan keahlian dalam bidang tertentu.
Sementara itu, Mobile Training Team dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi melalui pelatihan yang melibatkan tenaga ahli dan instruktur. Pendekatan ini memungkinkan proses peningkatan kemampuan personel dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masing-masing pihak.
Selain aspek operasional, kedua delegasi turut membahas pertukaran perwira serta kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas sekaligus profesionalisme personel kedua angkatan udara.
Dalam lingkungan pertahanan modern, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kesiapan operasional. Interaksi dan pertukaran pengalaman antarperwira juga dapat memperluas pemahaman mengenai prosedur, budaya organisasi, serta sistem kerja masing-masing angkatan udara.
Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi hasil 6th Air Staff Talks yang berlangsung pada 2025. Evaluasi ini menjadi bahan pembelajaran sekaligus dasar untuk merumuskan langkah kerja sama berikutnya.
Kedua pihak turut membahas rencana kegiatan untuk periode 2025–2026. Sebagai bentuk kesinambungan komunikasi bilateral, Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah 8th Air Staff Talks mendatang.
Melalui pertemuan ini, TNI AU dan Angkatan Udara India berupaya memperkuat hubungan pertahanan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga pengembangan kapasitas secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan profesionalisme personel, memperkuat kemampuan operasional, serta mempererat hubungan Indonesia dan India di bidang pertahanan udara.










